Innovation, Research & New Business Development
Innovation, Research & New Business Development untuk Mengelola Inovasi dan Peluang Bisnis Baru
Ketika perusahaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan produk dan model bisnis yang sudah berjalan, pekerjaan untuk menemukan peluang baru menjadi semakin dekat dengan kebutuhan operasional sehari-hari. Tim harus menilai ide mana yang layak dikembangkan, menguji kebutuhan pelanggan, mengelola penelitian, menyusun produk baru, dan memastikan peluang bisnis tidak berhenti sebagai konsep.
Pilar Innovation, Research & New Business Development membantu organisasi membangun kapabilitas untuk mengelola rangkaian tersebut secara lebih terarah. Fokusnya bukan sekadar menghasilkan ide, tetapi menghubungkan riset, inovasi, pengembangan produk, model bisnis, dan pengembangan bisnis baru dengan keputusan serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tentang Innovation, Research & New Business Development
Innovation, Research & New Business Development merupakan area kapabilitas yang mengelola proses organisasi dalam menemukan, menguji, mengembangkan, dan membawa peluang baru menuju penerapan bisnis. Di dalamnya terdapat aktivitas yang berbeda tetapi saling terhubung, mulai dari Innovation Management, Design Thinking, R&D Management, New Product Development, hingga Business Model Innovation.
Dalam capability framework organisasi, pilar ini berada pada area yang menghubungkan kebutuhan bisnis dengan penciptaan peluang baru. Kompetensinya membantu organisasi mengelola proses dari identifikasi peluang, pengumpulan insight, riset, pengembangan solusi, validasi, sampai pengambilan keputusan untuk melanjutkan, mengubah, atau menghentikan suatu inisiatif.
Ruang Lingkup Kompetensi
Ruang lingkup pilar ini berfokus pada aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan dan pengembangan peluang baru. Batasnya berada pada bagaimana organisasi menemukan dan mengembangkan inovasi, produk, riset, model bisnis, serta bisnis baru; sementara pengelolaan operasional bisnis yang sudah berjalan menjadi bagian dari fungsi dan pilar kompetensi lainnya.
- Innovation Management untuk mengelola portofolio, proses, prioritas, dan tata kelola inovasi.
- Design Thinking untuk memahami kebutuhan pengguna dan merancang solusi yang relevan.
- R&D Management untuk mengarahkan agenda penelitian dan pengembangan agar terhubung dengan kebutuhan bisnis.
- New Product Development untuk mengelola pengembangan produk dari peluang sampai kesiapan peluncuran.
- New Business Development untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
- Corporate Entrepreneurship untuk membangun pola kerja kewirausahaan di dalam organisasi.
- Business Model Innovation untuk mengevaluasi dan merancang cara baru perusahaan menciptakan serta menangkap nilai.
- Innovation Strategy untuk menentukan arah inovasi yang sesuai dengan prioritas dan kapasitas organisasi.
Perubahan Lingkungan Kerja dan Kebutuhan Kompetensi Innovation, Research & New Business Development
Perubahan pola persaingan, teknologi, perilaku pelanggan, dan model penciptaan nilai membuat perusahaan semakin sering menghadapi kebutuhan untuk mengevaluasi kembali produk, layanan, serta peluang pertumbuhan yang selama ini dijalankan. Di saat yang sama, pemanfaatan AI, analitik data, teknologi digital, dan pendekatan pengembangan produk yang semakin iteratif turut mengubah praktik inovasi dan penelitian di berbagai industri.
Perubahan tersebut membuat cara organisasi mengelola ide, penelitian, pengembangan solusi, dan peluang bisnis baru tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pola kerja sebelumnya. Perkembangan praktik inovasi juga semakin menekankan keterhubungan antara pengetahuan, teknologi, kebutuhan pasar, dan penciptaan nilai sebagaimana tercermin dalam kerangka OECD tentang Innovation.
Kondisi ini mendorong kebutuhan penguatan kompetensi agar individu dan tim mampu beradaptasi dengan perubahan praktik industri, bekerja dengan pendekatan yang lebih relevan, serta menjaga konsistensi penerapan di lingkungan organisasi. Pengembangan kompetensi kemudian menjadi bagian dari upaya menyiapkan kapabilitas yang sesuai dengan tuntutan kerja yang terus berkembang.
Mengapa Kompetensi Ini Dibutuhkan Organisasi?
Persaingan bisnis membuat perusahaan perlu melihat lebih jauh daripada peningkatan produk yang sudah ada. Perubahan perilaku pelanggan, munculnya pemain baru, perkembangan teknologi, tekanan efisiensi, serta pergeseran rantai nilai dapat menciptakan peluang sekaligus mengubah kelayakan suatu produk atau model bisnis.
Bagi BUMN, BUMD, holding company, maupun perusahaan swasta, tantangannya bukan hanya menemukan ide baru. Organisasi perlu mampu menentukan apakah sebuah peluang cukup relevan dengan strategi, memiliki kebutuhan pasar yang jelas, dapat dikembangkan dengan sumber daya yang tersedia, dan layak dilanjutkan sebagai investasi organisasi.
Contohnya, sebuah perusahaan memiliki data pelanggan dan jaringan distribusi yang luas tetapi belum berhasil mengubah aset tersebut menjadi layanan baru. Tanpa proses inovasi dan pengembangan bisnis yang jelas, berbagai ide dapat muncul dari unit berbeda namun sulit dibandingkan, diuji, atau diputuskan secara konsisten.
Kompetensi pada pilar ini membantu organisasi membangun jembatan antara idea generation dan keputusan bisnis. Pendekatan seperti Design Thinking, stage-gate dalam pengembangan produk, customer discovery, prototyping, serta business model analysis dapat digunakan sesuai konteks untuk membuat proses inovasi lebih terarah.
Tantangan Implementasi yang Sering Dihadapi Organisasi
Dalam praktiknya, persoalan inovasi sering terlihat bukan pada kekurangan ide, tetapi pada bagaimana ide tersebut bergerak setelah diajukan. Proposal dapat berpindah dari unit bisnis ke fungsi teknis, keuangan, legal, atau manajemen tanpa kriteria penilaian yang sama sehingga proses keputusan menjadi panjang.
Masalah lain muncul ketika kebutuhan pelanggan hanya diterjemahkan berdasarkan asumsi internal. Tim pengembang sudah membuat fitur atau prototipe, tetapi ketika diuji ternyata masalah yang ingin diselesaikan bukan prioritas pengguna. Revisi kemudian bertambah karena validasi dilakukan terlalu terlambat.
Pada fungsi R&D, agenda penelitian juga dapat berjalan terpisah dari kebutuhan bisnis. Hasil riset mungkin memiliki nilai teknis, tetapi belum jelas siapa pengguna akhirnya, bagaimana solusi akan diterapkan, kebutuhan investasi yang diperlukan, atau indikator apa yang digunakan untuk menentukan kesiapan komersialisasi.
Dalam pengembangan produk baru, koordinasi antara marketing, product development, engineering, operations, procurement, finance, dan legal dapat menjadi bottleneck. Perubahan spesifikasi yang terlambat dapat memengaruhi biaya, jadwal, kesiapan produksi, hingga keputusan peluncuran.
Situasi serupa terjadi pada pengembangan bisnis baru. Tim dapat menemukan peluang pasar yang menarik, tetapi belum memiliki business case yang cukup kuat untuk dibandingkan dengan alternatif lainnya. Akibatnya, organisasi menghadapi terlalu banyak inisiatif dengan sumber daya terbatas dan sulit menentukan mana yang harus diprioritaskan.
Karena itu, tantangan implementasi pada pilar ini berkaitan erat dengan kualitas proses pengambilan keputusan inovasi: bagaimana peluang disaring, asumsi diuji, bukti dikumpulkan, risiko dikenali, dan keputusan diteruskan dari satu tahap ke tahap berikutnya.
Area Kompetensi dalam Innovation, Research & New Business Development
Innovation Strategy
Menentukan arah inovasi berdasarkan strategi perusahaan, kebutuhan pasar, kemampuan internal, dan ruang pertumbuhan yang ingin dikejar. Area ini membantu membedakan inovasi yang benar-benar strategis dari ide yang menarik tetapi tidak memiliki prioritas bisnis.
Innovation Management
Mengelola proses dan portofolio inovasi dari pencarian ide sampai evaluasi hasil. Fokusnya mencakup mekanisme seleksi, governance, prioritas, alokasi sumber daya, serta monitoring inisiatif.
Design Thinking
Membantu tim memahami masalah dari perspektif pengguna sebelum solusi dikembangkan terlalu jauh. Proses dapat mencakup empathize, define, ideate, prototype, dan test sesuai kebutuhan proyek.
Customer Insight and Problem Discovery
Mengubah informasi pelanggan menjadi pemahaman yang dapat digunakan untuk menemukan masalah nyata. Kompetensi ini penting agar pengembangan solusi tidak hanya berdasarkan asumsi internal.
Research & Development Management
Menghubungkan agenda penelitian dengan kebutuhan organisasi, prioritas teknologi, sumber daya, serta keputusan pengembangan. Area ini juga mencakup pengelolaan portofolio proyek R&D.
New Product Development
Mengelola perjalanan produk baru dari opportunity identification, concept development, prototyping, testing, hingga kesiapan peluncuran. Pendekatan stage-gate dapat digunakan untuk memberikan titik keputusan yang lebih jelas.
Prototyping and Validation
Membangun cara untuk menguji asumsi sebelum organisasi mengeluarkan sumber daya lebih besar. Validasi dapat digunakan untuk menguji kebutuhan pengguna, fungsi solusi, kelayakan teknis, maupun potensi pasar.
Innovation Portfolio Management
Membantu organisasi melihat seluruh inisiatif inovasi sebagai portofolio, bukan kumpulan proyek yang berdiri sendiri. Prioritas dapat dipertimbangkan berdasarkan nilai potensial, risiko, kebutuhan investasi, kesiapan, dan keterkaitan dengan strategi.
New Business Development
Mengembangkan peluang bisnis baru melalui pemetaan pasar, customer segment, partnership, channel, business case, dan rencana pengembangan. Fokusnya adalah mengubah peluang menjadi inisiatif yang dapat dinilai secara bisnis.
Business Model Innovation
Mengevaluasi cara perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai. Business Model Canvas dapat digunakan sebagai alat untuk memetakan perubahan pada customer segment, value proposition, channel, revenue stream, maupun cost structure.
Corporate Entrepreneurship
Membangun kemampuan tim internal untuk mengejar peluang baru dengan pola kerja yang lebih eksperimental tetapi tetap berada dalam tata kelola perusahaan. Area ini relevan untuk organisasi yang ingin mendorong venture atau inisiatif baru dari dalam.
Innovation Governance
Menata peran, kewenangan, kriteria keputusan, dokumentasi, dan mekanisme evaluasi dalam proses inovasi. Governance diperlukan agar eksperimen tetap memiliki batas risiko dan jalur eskalasi yang jelas.
Commercialization and Go-to-Market
Menghubungkan hasil inovasi atau pengembangan produk dengan kesiapan komersial. Area ini dapat mencakup market readiness, positioning, channel, pricing consideration, partnership, dan kesiapan fungsi pendukung.
Innovation Performance Measurement
Menentukan indikator yang relevan untuk memantau kemajuan inovasi. Pengukuran tidak hanya melihat jumlah ide, tetapi juga perkembangan validasi, pipeline, conversion antar-tahap, time-to-market, dan kontribusi terhadap tujuan bisnis sesuai karakter portofolio.
Manfaat Pengembangan Kompetensi
Pengembangan kompetensi pada pilar ini memberi manfaat pada beberapa lapisan organisasi, karena inovasi dan pengembangan bisnis melibatkan keputusan lintas fungsi.
- Individu: membantu manager dan professional menyusun business case, menguji asumsi, membaca peluang, serta menggunakan alat inovasi sesuai kebutuhan pekerjaan.
- Tim: memperjelas pembagian peran antara business, R&D, product, marketing, technology, finance, dan fungsi pendukung selama pengembangan inisiatif baru.
- Unit kerja: membantu unit menyusun prioritas portofolio, menetapkan decision point, mengelola eksperimen, dan memonitor perkembangan inisiatif secara lebih terstruktur.
- Organisasi: memperkuat kemampuan mengembangkan produk, layanan, model bisnis, dan sumber pertumbuhan baru dengan proses pengambilan keputusan yang lebih terkendali.
Siapa yang Membutuhkan Kompetensi Ini?
Leadership seperti Director, General Manager, dan business leader membutuhkan kompetensi ini untuk menentukan arah inovasi, prioritas investasi, dan keputusan atas peluang pertumbuhan baru. Middle Management membutuhkan kemampuan menerjemahkan arah tersebut menjadi portofolio dan proyek yang dapat dijalankan lintas fungsi.
Professional dan Functional Team dari R&D, Product Development, Marketing, Strategy, Business Development, Digital, Technology, Engineering, Operations, dan Corporate Planning dapat membutuhkan kompetensi yang lebih teknis sesuai perannya. Kompetensi ini juga relevan bagi Project Team yang mengelola pengembangan produk, proses inovasi, pilot project, atau inisiatif bisnis baru.
Untuk fungsi pendukung seperti Finance, Legal, Procurement, HR, dan Risk Management, pemahaman terhadap proses inovasi membantu fungsi tersebut memberikan kontrol dan dukungan tanpa memutus alur pengembangan inisiatif baru.
Contoh Program Pelatihan dalam Pilar Ini
Program dalam pilar ini dapat disusun berdasarkan kebutuhan organisasi, mulai dari penguatan fondasi inovasi hingga pengelolaan portofolio dan pengembangan bisnis baru. Contoh topik yang dapat dikembangkan antara lain:
- Pelatihan Innovation Management 2026: Membangun Proses dan Portofolio Inovasi yang Lebih Terarah
- Pelatihan Design Thinking 2026: Mengubah Kebutuhan Pengguna Menjadi Solusi yang Lebih Relevan
- Pelatihan R&D Management 2026: Menyelaraskan Penelitian dan Pengembangan dengan Prioritas Bisnis
- Pelatihan New Product Development 2026: Mengendalikan Proses Pengembangan Produk dari Konsep hingga Peluncuran
- Pelatihan New Business Development 2026: Menilai dan Mengembangkan Peluang Pertumbuhan Baru
- Pelatihan Corporate Entrepreneurship 2026: Mendorong Pengembangan Bisnis Baru dari Dalam Organisasi
- Pelatihan Business Model Innovation 2026: Merancang Model Bisnis untuk Menangkap Peluang Pasar Baru
- Pelatihan Innovation Strategy 2026: Menentukan Prioritas Inovasi yang Selaras dengan Strategi Perusahaan
- Pelatihan Innovation Portfolio Management 2026: Menentukan Prioritas Investasi pada Berbagai Inisiatif Inovasi
- Pelatihan Innovation Governance 2026: Memperjelas Tata Kelola dan Decision Gate dalam Proses Inovasi
- Pelatihan Customer Discovery 2026: Memvalidasi Masalah Pelanggan sebelum Mengembangkan Solusi
- Pelatihan Prototyping and Product Validation 2026: Menguji Solusi sebelum Investasi Pengembangan Diperbesar
- Pelatihan Innovation Performance Management 2026: Membangun Monitoring Kinerja dan Pipeline Inovasi
- Pelatihan Go-to-Market Strategy 2026: Menyiapkan Strategi Komersialisasi Produk dan Layanan Baru
- Pelatihan Product Innovation Management 2026: Mengelola Inovasi Produk agar Lebih Terarah dan Terukur
- Pelatihan Strategic R&D Planning 2026: Menentukan Agenda Riset Berdasarkan Prioritas dan Peluang Bisnis
- Pelatihan Business Opportunity Assessment 2026: Menilai Kelayakan Peluang Bisnis Baru sebelum Dikembangkan
- Pelatihan Innovation Project Management 2026: Mengendalikan Proyek Inovasi Lintas Fungsi secara Lebih Sistematis
- Pelatihan Lean Innovation 2026: Mengurangi Pemborosan dalam Pengujian dan Pengembangan Inisiatif Baru
- Pelatihan Innovation Commercialization 2026: Menghubungkan Hasil Inovasi dengan Kesiapan Pasar
Kontribusi Pilar terhadap Peningkatan Kinerja Organisasi
Kontribusi pilar ini dapat dilihat dari hubungan antara kualitas kompetensi dan kualitas keputusan sepanjang pipeline inovasi. Tim yang mampu menemukan masalah dengan lebih tepat, menguji asumsi lebih awal, dan menggunakan kriteria keputusan yang jelas akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk melanjutkan atau menghentikan suatu inisiatif.
Perubahan tersebut kemudian memengaruhi cara kerja R&D, product development, business development, dan fungsi pendukung dalam mengelola proyek baru. Pada tingkat unit, organisasi dapat memiliki pipeline inovasi yang lebih terlihat; pada tingkat enterprise, kapabilitas tersebut mendukung pengembangan produk, layanan, model bisnis, dan sumber pertumbuhan yang lebih selaras dengan arah perusahaan.
Keterkaitan dengan Pilar Kompetensi Lain
- Corporate Strategy, Business Transformation & Executive Leadership: memberikan arah strategis agar inovasi dan bisnis baru memiliki prioritas yang jelas dalam agenda perusahaan.
- Marketing, Sales & Customer Management: menyediakan insight pasar, kebutuhan pelanggan, channel, dan masukan komersial untuk pengembangan solusi baru.
- Digital Transformation & Enterprise Technology Management: mendukung pemanfaatan teknologi sebagai enabler dalam pengembangan produk, layanan, dan model bisnis baru.
- Governance, Risk, Compliance & Legal Management: membantu mengidentifikasi batas risiko, aspek kepatuhan, kontrak, intellectual property, dan kontrol yang relevan bagi inisiatif baru.
- Project, Program & Portfolio Management: membantu mengendalikan pelaksanaan berbagai proyek inovasi agar prioritas, sumber daya, milestone, dan keputusan antar-tahap lebih terkoordinasi.
- Finance, Cost & Performance Management: mendukung penilaian investasi, business case, kelayakan finansial, serta pengukuran kontribusi inisiatif baru.
- Human Capital & Organizational Development: memperkuat kesiapan talent, struktur kerja, dan pola kolaborasi yang dibutuhkan untuk menjalankan inovasi secara berkelanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan Innovation Management dengan New Business Development?
Innovation Management mengelola proses dan portofolio inovasi secara lebih luas, termasuk ide, eksperimen, governance, dan pengembangan solusi. New Business Development lebih spesifik pada pencarian dan pengembangan peluang yang diarahkan menjadi sumber bisnis atau pertumbuhan baru.
Kapan perusahaan sebaiknya memprioritaskan Design Thinking?
Design Thinking relevan ketika organisasi belum memiliki pemahaman yang cukup jelas mengenai masalah pengguna atau ketika solusi yang dikembangkan berisiko tidak sesuai kebutuhan pasar. Pendekatan ini membantu tim melakukan eksplorasi dan validasi sebelum keputusan pengembangan diperbesar.
Bagaimana menentukan topik pelatihan jika organisasi memiliki banyak kebutuhan inovasi?
Mulailah dari bottleneck yang paling menghambat pipeline. Jika masalah berada pada pencarian masalah pelanggan, prioritaskan Customer Discovery atau Design Thinking; jika berada pada pengembangan produk, fokus pada New Product Development; jika keputusan investasi dan portofolio menjadi persoalan, Innovation Portfolio Management lebih relevan.
Apakah R&D Management hanya relevan bagi perusahaan yang memiliki laboratorium atau fungsi riset formal?
Tidak. Kompetensinya juga relevan bagi organisasi yang menjalankan penelitian terapan, pengembangan teknologi, pengujian produk, atau aktivitas pengembangan solusi yang membutuhkan koordinasi antara kebutuhan bisnis dan fungsi teknis.
Bagaimana membedakan Business Model Innovation dengan New Product Development?
New Product Development terutama berfokus pada pengembangan produk atau layanan baru. Business Model Innovation melihat cara perusahaan menciptakan dan menangkap nilai secara lebih menyeluruh, sehingga perubahan dapat menyentuh pelanggan, channel, revenue model, partnership, maupun struktur biaya.
Kapan sebaiknya program dilakukan secara In-House?
In-House lebih tepat ketika organisasi memiliki pipeline, kasus bisnis, atau proses internal yang perlu digunakan sebagai bahan pembelajaran. Format ini memungkinkan peserta membahas decision gate, business case, portofolio, atau proyek inovasi yang memang sedang mereka tangani.
Apakah program pada pilar ini dapat digabungkan untuk peserta lintas fungsi?
Dapat, terutama untuk topik seperti Innovation Management, Design Thinking, New Product Development, dan Business Model Innovation. Namun kedalaman materi sebaiknya dibedakan berdasarkan peran agar Director, Manager, R&D, Product, Marketing, dan fungsi pendukung memperoleh bagian yang langsung terkait dengan keputusan serta pekerjaan mereka.
Tingkatkan Kapabilitas Organisasi Bersama PenaPelatihan
PenaPelatihan dapat menjadi learning partner untuk merancang program pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan fungsi, tingkat peserta, kasus organisasi, dan target implementasi. Program dapat diselenggarakan secara publik maupun In-House Training sesuai kebutuhan organisasi.
Jelajahi program pada pilar Innovation, Research & New Business Development atau diskusikan kebutuhan pengembangan kompetensi organisasi untuk menentukan topik yang paling sesuai.
Daftar Kota Pelaksanaan
Program Innovation, Research & New Business Development dapat diselenggarakan sebagai public training, in house training, corporate training, executive workshop, maupun program pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Pelaksanaan dapat dirancang untuk BUMN, BUMD, holding company, anak perusahaan, perusahaan swasta, perusahaan multinasional, maupun organisasi industri dengan menyesuaikan fungsi peserta dan konteks pengembangan inovasi di masing-masing organisasi.
Untuk topik ini, pembelajaran dapat menggunakan konteks pekerjaan seperti pengelolaan portofolio inovasi, pengembangan produk baru, agenda R&D, validasi peluang pasar, penyusunan business case, pengembangan model bisnis, hingga pengambilan keputusan atas inisiatif baru. Format pelaksanaan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, termasuk pembahasan studi kasus atau proyek inovasi yang sedang dikembangkan.
- Jakarta
- Bandung
- Surabaya
- Semarang
- Yogyakarta
- Malang
- Medan
- Makassar
- Denpasar
- Lombok
- Palembang
- Balikpapan
- Batam
- Samarinda
- Manado
- Pekanbaru
Mengapa Pengembangan Kapabilitas Inovasi dan Bisnis Baru Perlu Diperkuat?
Pengembangan produk, layanan, dan sumber pertumbuhan baru semakin melibatkan kombinasi antara insight pelanggan, teknologi, kemampuan R&D, pertimbangan komersial, dan keputusan investasi. Perusahaan perlu menghubungkan berbagai sumber tersebut agar inisiatif baru tidak berjalan sebagai proyek yang terpisah dari arah bisnis dan kebutuhan pasar.
Dalam praktiknya, satu peluang dapat melibatkan business development, marketing, product development, R&D, engineering, finance, legal, technology, hingga manajemen. Perbedaan cara menilai peluang, tingkat kesiapan solusi, maupun asumsi mengenai pasar dapat membuat proses dari ide menuju keputusan pengembangan membutuhkan koordinasi yang lebih kompleks.
Program Innovation, Research & New Business Development diarahkan pada kebutuhan tersebut dengan membahas bagaimana organisasi mengelola proses inovasi dari pencarian peluang hingga pengembangan inisiatif. Peserta dapat bekerja dengan pendekatan seperti Design Thinking, customer discovery, prototyping, stage-gate, innovation portfolio management, serta business model analysis sesuai karakter kebutuhan organisasi.
Dengan pendekatan tersebut, organisasi memiliki dasar yang lebih terstruktur untuk menghubungkan ide, riset, pengembangan produk, validasi pasar, dan peluang bisnis baru dengan proses pengambilan keputusan. Fokusnya bukan memperbanyak ide semata, tetapi membantu memastikan inisiatif yang dikembangkan memiliki arah, tahapan evaluasi, dan dasar pertimbangan yang dapat digunakan oleh pihak terkait.
Akses Informasi Program
- 📄 Ajukan Proposal Pelatihan — Konsultasikan kebutuhan program Innovation Management, Design Thinking, R&D Management, New Product Development, New Business Development, Business Model Innovation, maupun pengembangan topik sesuai kebutuhan organisasi.
- 📅 Lihat Jadwal & Biaya Pelatihan — Informasi jadwal pelaksanaan, pilihan kota, metode pembelajaran, serta skema public maupun in house training.
- 📚 Jelajahi Program Pelatihan — Temukan program terkait innovation management, R&D, product development, business development, strategic management, digital transformation, technology, marketing, project management, dan kompetensi profesional lainnya.
- 🛡️ Kredibilitas Penyelenggara — PENA menyediakan program pengembangan kompetensi dengan dukungan instruktur dari kalangan praktisi, akademisi, dan profesional sesuai bidang yang dibutuhkan.
- 🏛️ Lihat Enterprise Pillars & Corporate Capability — Eksplorasi pilar kompetensi lain dan keterkaitannya dengan Governance, Risk, Operations, Human Capital, Technology, Business Transformation, dan fungsi korporasi lainnya.
📌 Untuk informasi program, konsultasi kebutuhan kompetensi, permintaan proposal, maupun pelaksanaan in house training, silakan menghubungi tim kami.
✉️ Email: info@penapelatihan.id
📞 WhatsApp/Telp: 0822-4551-1510
Program ini dapat digunakan sebagai bagian dari pengembangan kapabilitas organisasi untuk memperkuat keterhubungan antara riset, inovasi, pengembangan produk, dan peluang bisnis baru. Penyesuaian materi dengan proyek atau kebutuhan aktual organisasi memungkinkan pembelajaran lebih dekat dengan keputusan dan pekerjaan yang sedang dihadapi peserta.

Penapelatihan.id mendukung pengembangan kompetensi profesional, peningkatan kualitas SDM, penguatan tata kelola, transformasi bisnis, optimalisasi proses kerja, serta peningkatan kinerja organisasi di berbagai sektor industri di Indonesia



