penapelatihan.id

Bimtek Pemerintah & ASN   •   Pelatihan BUMN & BUMD   •   Corporate Training & Industry   •   Academic, Research & Development   •   Program Kompetensi 2026   •  Pelatihan implementatif untuk kebutuhan organisasi dan pengembangan kompetensi  •  📱 0822-4551-1510   •  📧 info@penapelatihan.id   •   📍 Jakarta Selatan
Pelatihan Market Risk Management 2026: Mengelola Risiko Pasar untuk Mendukung Stabilitas Keuangan dan Keputusan Investasi

Pelatihan Market Risk Management 2026: Mengelola Risiko Pasar untuk Mendukung Stabilitas Keuangan dan Keputusan Investasi

Pelatihan Market Risk Management 2026: Mengelola Risiko Pasar untuk Mendukung Stabilitas Keuangan dan Keputusan Investasi

Pelatihan Market Risk Management untuk Pengendalian Risiko Pasar

Deskripsi Pelatihan Market Risk Management

Pelatihan Market Risk Management 2026 dirancang untuk membantu organisasi memahami dan mengendalikan eksposur terhadap perubahan kondisi pasar yang dapat memengaruhi nilai aset, kewajiban, portofolio, maupun hasil investasi. Topik ini relevan bagi BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang memiliki aktivitas treasury, investasi, pendanaan, perdagangan, atau pengelolaan portofolio.

Dalam praktiknya, perubahan suku bunga, nilai tukar, harga komoditas, maupun harga instrumen keuangan dapat mengubah posisi keuangan tanpa selalu terlihat langsung pada aktivitas operasional harian. Tantangannya bukan hanya mengetahui adanya perubahan pasar, tetapi memastikan organisasi dapat mengidentifikasi eksposur yang terdampak dan memahami konsekuensinya terhadap posisi keuangan.

Masalah sering muncul ketika informasi posisi pasar tersebar di beberapa unit, parameter pengukuran tidak konsisten, atau hasil pemantauan belum terhubung dengan proses review dan persetujuan manajemen. Kondisi tersebut dapat membuat respons terhadap perubahan pasar terlambat atau tidak memiliki dasar yang cukup kuat.

Pelatihan ini membangun kemampuan untuk membaca eksposur, mengukur sensitivitas, menilai potensi kerugian, serta menyusun rekomendasi pengelolaan risiko yang dapat digunakan dalam proses kerja organisasi. Pendekatan pembelajaran diarahkan pada penerapan dalam proses treasury, investasi, risk management, dan fungsi terkait.

Ruang Lingkup Pelatihan

Ruang lingkup pelatihan mencakup pengelolaan risiko yang timbul dari perubahan faktor pasar terhadap posisi keuangan dan portofolio organisasi. Pembahasan diarahkan pada pemahaman hubungan antara posisi yang dimiliki, faktor risiko yang memengaruhinya, metode pengukuran, serta penggunaan hasil pengukuran dalam proses pengelolaan.

Secara teknis, peserta akan mempelajari market risk exposure, interest rate risk, foreign exchange risk, equity price risk, dan commodity price risk sesuai relevansi aktivitas organisasi. Materi juga mencakup konsep sensitivitas, volatility, Value at Risk (VaR), stress testing, scenario analysis, serta limit dan threshold yang digunakan dalam pengendalian eksposur.

Pelatihan ditujukan terutama bagi fungsi risk management, treasury, investasi, finance, corporate planning, internal control, serta unit lain yang terlibat dalam pemantauan atau pengambilan keputusan terkait posisi pasar. Level pembahasan dapat digunakan oleh pelaksana teknis hingga manajerial yang membutuhkan dasar untuk melakukan review dan memberikan rekomendasi.

Penerapan metode dan contoh kerja dapat disesuaikan dengan operating model, karakter portofolio, kebijakan internal, serta tingkat kematangan risk management masing-masing organisasi.

Tantangan Kerja & Akar Penyebab

Perubahan kondisi pasar dapat terjadi ketika organisasi sedang menjalankan transaksi atau mempertahankan posisi yang sudah disetujui sebelumnya. Ketika pemantauan hanya berfokus pada hasil akhir tanpa melihat sumber eksposurnya, unit kerja dapat kesulitan menjelaskan faktor yang menyebabkan perubahan nilai.

Salah satu akar masalahnya adalah belum seragamnya cara mengidentifikasi faktor risiko yang melekat pada suatu posisi. Instrumen atau transaksi yang berbeda dapat memiliki sensitivitas berbeda terhadap suku bunga, nilai tukar, harga aset, atau faktor pasar lainnya.

Akar masalah berikutnya berkaitan dengan kualitas proses pengukuran. Perbedaan sumber informasi, asumsi, parameter, cut-off, atau metode perhitungan dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda antarunit apabila governance dan validasinya belum jelas.

Di sisi manajerial, hasil pengukuran juga belum selalu diterjemahkan menjadi informasi yang mudah digunakan untuk review posisi, evaluasi limit, atau penyusunan rekomendasi. Akibatnya, proses eskalasi dapat bergantung pada interpretasi individu.

Kondisi tersebut membuat organisasi membutuhkan kemampuan yang menghubungkan pengukuran risiko dengan proses kerja, bukan sekadar memahami formula atau istilah market risk.

Risiko Jika Tidak Ditangani

  • Kualitas Keputusan: keterbatasan pemahaman atas eksposur dapat meningkatkan risiko keputusan investasi atau treasury dibuat berdasarkan informasi yang tidak lengkap mengenai sensitivitas terhadap perubahan pasar.
  • Produktivitas dan Efisiensi Biaya: perbedaan metode, rekonsiliasi berulang, dan kebutuhan melakukan rework pada laporan risiko dapat meningkatkan beban kerja fungsi terkait.
  • Stabilitas Keuangan: perubahan faktor pasar yang tidak terukur atau tidak ditindaklanjuti dapat memengaruhi nilai portofolio, arus kas, atau posisi keuangan organisasi.
  • Governance dan Pengendalian: dokumentasi pengukuran dan dasar rekomendasi yang tidak konsisten dapat menyulitkan proses review internal, audit, maupun evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan organisasi.
  • Keberlanjutan Operasional: ketergantungan pada individu tertentu dalam melakukan pengukuran atau interpretasi risiko dapat meningkatkan risiko inkonsistensi ketika terjadi rotasi personel atau perubahan struktur organisasi.

Perubahan Lingkungan Kerja dan Kebutuhan Kompetensi Market Risk Management

Kerangka pengelolaan risiko pasar terus berkembang seiring penyempurnaan standar prudensial dan praktik manajemen risiko. Basel Framework saat ini memiliki standar khusus untuk perhitungan market risk, termasuk pendekatan standar dan pendekatan berbasis model internal, sehingga organisasi di sektor keuangan perlu mengikuti perkembangan kerangka pengukuran yang relevan. Basel Framework – Market Risk

Perubahan standar tersebut ikut memengaruhi cara fungsi risk management, treasury, investasi, dan finance menjalankan prosesnya. Cara organisasi menetapkan parameter, melakukan review, mendokumentasikan hasil, serta menghubungkan informasi risiko dengan governance perlu terus disesuaikan agar tetap sejalan dengan perkembangan praktik industri dan kebutuhan organisasi.

Perubahan eksternal ini membuat kebutuhan terhadap kompetensi yang mampu mengikuti perkembangan metode, kerangka kerja, dan kompleksitas pengelolaan risiko semakin penting. Penguatan kemampuan individu dan tim menjadi bagian dari capability building agar perubahan lingkungan kerja dapat diikuti melalui penerapan yang konsisten dan sesuai dengan konteks organisasi.

Hasil yang Diharapkan Organisasi

  • Organisasi memiliki pemahaman yang lebih terstruktur mengenai sumber dan karakter eksposur risiko pasar pada aktivitas yang relevan.
  • Fungsi terkait dapat menghasilkan informasi risiko yang lebih konsisten untuk digunakan dalam proses review dan pengambilan keputusan.
  • Manajemen memperoleh dasar yang lebih jelas untuk mengevaluasi sensitivitas posisi terhadap perubahan faktor pasar.
  • Proses eskalasi dan tindak lanjut atas pelampauan limit atau perubahan kondisi pasar dapat dibuat lebih terarah.
  • Organisasi memiliki dasar implementasi untuk memperkuat monitoring, governance, dan continuous improvement dalam pengelolaan market risk.

Tujuan & Kompetensi yang Dikembangkan

  • Mengidentifikasi sumber market risk exposure berdasarkan karakteristik transaksi, aset, kewajiban, dan portofolio.
  • Mengelompokkan interest rate risk, foreign exchange risk, equity price risk, dan commodity price risk sesuai relevansi posisi organisasi.
  • Memetakan faktor pasar yang memiliki pengaruh material terhadap nilai atau kinerja suatu posisi.
  • Menilai sensitivitas posisi terhadap perubahan parameter pasar menggunakan pendekatan yang sesuai.
  • Menginterpretasikan volatility dan perubahan kondisi pasar dalam konteks eksposur organisasi.
  • Menerapkan konsep Value at Risk (VaR) untuk memahami estimasi potensi kerugian dalam batas metodologi yang digunakan.
  • Menyusun dan membaca stress testing serta scenario analysis untuk mengevaluasi kondisi pasar yang berbeda.
  • Memverifikasi kualitas input, asumsi, parameter, dan hasil pengukuran sebelum digunakan dalam pelaporan risiko.
  • Mengevaluasi posisi terhadap risk limit, threshold, dan parameter pengendalian yang ditetapkan organisasi.
  • Menyusun rekomendasi pengelolaan eksposur berdasarkan hasil pengukuran dan kondisi portofolio.
  • Menyajikan hasil pengukuran risiko secara ringkas agar dapat digunakan oleh pihak yang melakukan review dan mengambil keputusan.
  • Menetapkan langkah monitoring dan tindak lanjut atas perubahan eksposur atau kondisi pasar yang material.

Manfaat Pelatihan

  • Membantu peserta membaca posisi yang memiliki sensitivitas terhadap perubahan pasar secara lebih terstruktur.
  • Memudahkan peserta menghubungkan karakteristik transaksi dengan sumber risiko yang melekat di dalamnya.
  • Membantu analis atau staf risk management melakukan validasi atas hasil pengukuran sebelum diteruskan kepada pihak terkait.
  • Memberikan kerangka kerja untuk memahami penggunaan VaR, stress testing, dan scenario analysis dalam aktivitas sehari-hari.
  • Membantu fungsi treasury dan investasi menyiapkan bahan review posisi dengan dasar pengukuran yang lebih jelas.
  • Memudahkan manajer menilai informasi risiko sebelum memberikan persetujuan atau arahan tindak lanjut.
  • Mengurangi ketergantungan pada interpretasi individu dalam menjelaskan perubahan eksposur.
  • Membantu unit kerja menyusun rekomendasi yang lebih mudah ditelusuri dari hasil pengukuran hingga opsi tindak lanjut.
  • Memberikan dasar untuk menyusun atau memperbaiki checklist review market risk sesuai kebutuhan internal.
  • Membantu peserta mengenali kondisi yang memerlukan eskalasi kepada pihak yang memiliki kewenangan lebih tinggi.
  • Memperkuat kesiapan tim dalam menerapkan proses monitoring secara konsisten setelah pelatihan.

Sasaran Peserta & Unit Kerja

Pelatihan ini relevan bagi personel yang terlibat dalam risk management, treasury, investasi, finance, corporate planning, internal control, dan fungsi pendukung yang menggunakan informasi risiko pasar. Komposisi peserta dapat mencakup pelaksana teknis hingga manajer agar hasil pelatihan dapat terhubung dengan proses analisis, review, rekomendasi, dan keputusan.

Level/Fungsi PesertaPeran dalam Implementasi
Manajer Risk Management / Treasury / InvestasiPengarah dan pengambil keputusan yang menetapkan prioritas pengelolaan eksposur, menilai hasil review, serta menentukan tindak lanjut sesuai kewenangan.
Risk Manager / Treasury Manager / Investment ManagerPengarah dan pemberi rekomendasi yang menghubungkan hasil pengukuran dengan limit, kondisi portofolio, dan kebutuhan eskalasi.
Risk Analyst / Treasury Analyst / Investment Analyst / Financial AnalystPeserta dan pelaksana yang melakukan identifikasi exposure, validasi input, pengukuran sensitivitas, scenario analysis, serta penyusunan hasil analisis.
Finance, Internal Control, Audit Internal, dan Fungsi TerkaitPeserta atau reviewer yang menggunakan hasil pengukuran untuk proses pengendalian, review, assurance, dan evaluasi penerapan kebijakan internal.

Materi Pelatihan

Fondasi Eksposur dan Kebutuhan Bisnis

  • Memetakan tujuan bisnis dan aktivitas organisasi yang memiliki eksposur terhadap perubahan kondisi pasar.
  • Mengidentifikasi kebutuhan informasi yang harus dijawab oleh fungsi risk management, treasury, investasi, dan manajemen.
  • Menentukan faktor pasar yang relevan berdasarkan karakteristik aset, kewajiban, transaksi, dan portofolio.
  • Menyusun parameter pengukuran dan batas informasi yang diperlukan untuk proses review risiko.
  • Menilai kualitas dan kelengkapan input yang digunakan dalam pengukuran market risk exposure.

Pengukuran dan Analisis Market Risk

  • Mengidentifikasi interest rate risk, foreign exchange risk, equity price risk, dan commodity price risk pada posisi yang relevan.
  • Mengukur sensitivitas posisi terhadap perubahan faktor pasar dengan pendekatan yang sesuai.
  • Menganalisis volatility dan perubahan kondisi pasar sebagai bagian dari evaluasi eksposur.
  • Memahami penerapan Value at Risk (VaR), termasuk asumsi, interpretasi, dan keterbatasan penggunaannya.
  • Melakukan stress testing untuk melihat potensi perubahan posisi pada kondisi pasar yang lebih ekstrem.
  • Menyusun scenario analysis untuk membandingkan implikasi beberapa kondisi pasar terhadap posisi organisasi.

Review Posisi dan Rekomendasi Pengelolaan

  • Memvalidasi hasil pengukuran sebelum digunakan dalam laporan atau forum review.
  • Membandingkan posisi dan hasil pengukuran dengan risk limit, threshold, serta parameter pengendalian internal.
  • Mengidentifikasi kondisi yang memerlukan eskalasi, review tambahan, atau tindak lanjut manajemen.
  • Menyusun opsi rekomendasi berdasarkan hasil pengukuran, kondisi pasar, dan karakteristik eksposur.
  • Menyajikan temuan dan rekomendasi dalam format yang mendukung proses persetujuan dan pengambilan keputusan.

Implementasi, Monitoring, dan Continuous Improvement

  • Menyusun workflow monitoring market risk yang terhubung dengan proses kerja unit terkait.
  • Menetapkan titik review, dokumentasi, dan eskalasi agar perubahan eksposur dapat ditindaklanjuti secara konsisten.
  • Menyusun checklist implementasi untuk membantu penerapan hasil pelatihan di lingkungan kerja.
  • Mengevaluasi hasil penerapan dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam continuous improvement cycle.

Metode Pelatihan & Implementasi Kerja

  • Metode Pembelajaran: workshop berbasis workflow, studi kasus market risk, latihan membaca exposure, analisis sensitivitas, VaR, stress testing, serta diskusi keputusan berdasarkan skenario yang relevan dengan aktivitas organisasi.
  • Asesmen/Verifikasi Kompetensi: peserta mengerjakan latihan identifikasi exposure, validasi input, interpretasi hasil pengukuran, evaluasi terhadap limit, dan penyusunan rekomendasi berdasarkan studi kasus.
  • Implementasi Kerja: peserta menyusun action plan yang menghubungkan hasil pelatihan dengan proses monitoring, review, dokumentasi, dan eskalasi market risk di unit masing-masing.
  • Verifikasi Implementasi: hasil latihan dan action plan dapat digunakan sebagai bahan review internal untuk melihat kesiapan penerapan, kebutuhan penyesuaian workflow, serta area yang masih memerlukan penguatan.

Skema Pelaksanaan Program

KomponenIsi
Pendekatan PembelajaranWorkshop berbasis kasus dan workflow market risk dengan latihan identifikasi exposure, pengukuran sensitivitas, scenario analysis, review limit, serta penyusunan rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Output yang Dibawa Pulang PesertaAction plan implementasi, checklist review market risk, kerangka monitoring exposure, dan contoh format rekomendasi yang dapat disesuaikan dengan proses internal organisasi.
Adaptasi MateriMateri dan studi kasus dapat disesuaikan dengan operating model, jenis aktivitas investasi atau treasury, karakter portofolio, kebijakan internal, serta tingkat kematangan risk management organisasi peserta.
Durasi[DURASI — mis. 2 hari / 16 JP]
Mode Pelaksanaan[MODE — offline / online / hybrid]
Jumlah Peserta[JUMLAH PESERTA — mis. maks. 25 orang/kelas]
Lokasi[LOKASI — kota/venue pelaksanaan]
Fasilitas[FASILITAS — modul, sertifikat, konsumsi, dll]
Investasi[HARGA / hubungi tim kami untuk penawaran]
Jalur Pelaksanaan / Tindak LanjutOrganisasi dapat menghubungi tim penyelenggara untuk membahas kebutuhan peserta, menyesuaikan studi kasus dan workflow, menentukan jadwal, serta menyelaraskan materi dengan proses bisnis dan kebijakan internal sebelum pelaksanaan.

FAQ Pelatihan Market Risk Management 2026

Apa itu Market Risk Management?

Market Risk Management adalah proses untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko kerugian yang timbul akibat perubahan faktor pasar yang memengaruhi posisi keuangan atau portofolio organisasi.

Mengapa Market Risk Management penting bagi BUMN dan perusahaan?

Market Risk Management membantu organisasi memahami eksposur terhadap perubahan pasar sebelum informasi tersebut digunakan dalam keputusan investasi, treasury, pendanaan, atau pengelolaan portofolio.

Apa saja jenis risiko pasar yang dibahas dalam pelatihan?

Jenis yang dibahas meliputi interest rate risk, foreign exchange risk, equity price risk, dan commodity price risk sesuai relevansi aktivitas organisasi.

Apa perbedaan Market Risk dengan Credit Risk?

Market Risk berkaitan dengan potensi kerugian akibat perubahan faktor pasar, sedangkan Credit Risk berkaitan dengan kemungkinan pihak lawan atau debitur gagal memenuhi kewajibannya.

Apakah pelatihan ini membahas Value at Risk (VaR)?

Ya, pelatihan membahas konsep, penggunaan, interpretasi, asumsi, serta keterbatasan Value at Risk sebagai salah satu pendekatan pengukuran market risk.

Apakah stress testing diperlukan dalam pengelolaan risiko pasar?

Stress testing membantu organisasi mengevaluasi bagaimana posisi dapat terpengaruh ketika terjadi kondisi pasar yang lebih berat dibandingkan kondisi normal.

Siapa yang sebaiknya mengikuti Pelatihan Market Risk Management?

Program ini relevan bagi personel risk management, treasury, investasi, finance, corporate planning, internal control, audit internal, serta manajemen yang menggunakan informasi risiko pasar dalam pekerjaannya.

Apakah pelatihan ini hanya untuk analis risiko?

Tidak. Materinya dapat digunakan oleh analis maupun manajer yang terlibat dalam identifikasi exposure, review hasil pengukuran, penyusunan rekomendasi, dan pengambilan keputusan terkait posisi pasar.

Bagaimana penerapan Market Risk Management di fungsi Treasury?

Penerapannya dapat mencakup identifikasi exposure, pengukuran sensitivitas, pemantauan limit, analisis skenario, serta penyampaian rekomendasi ketika kondisi pasar atau posisi mengalami perubahan material.

Bagaimana Market Risk Management mendukung keputusan investasi?

Market Risk Management menyediakan informasi mengenai sensitivitas dan potensi dampak perubahan kondisi pasar sehingga keputusan investasi dapat mempertimbangkan profil eksposur yang relevan.

Apakah materi dapat disesuaikan dengan kondisi organisasi?

Ya, studi kasus dan latihan dapat disesuaikan dengan aktivitas treasury, investasi, portofolio, kebijakan internal, serta workflow yang digunakan organisasi peserta.

Apakah peserta perlu memiliki kemampuan statistik yang mendalam?

Peserta tidak harus memiliki latar belakang statistik tingkat lanjut, tetapi pemahaman dasar mengenai angka, pengukuran, dan interpretasi hasil akan membantu mengikuti latihan teknis dengan lebih baik.

Bagaimana memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan setelah program selesai?

Penerapan diarahkan melalui action plan, checklist review, dan latihan berbasis workflow agar peserta memiliki titik awal yang konkret untuk menyesuaikan hasil pelatihan dengan proses kerja unitnya.

Apakah Market Risk Management berhubungan dengan governance perusahaan?

Ya, pengelolaan risiko pasar perlu terhubung dengan kebijakan internal, batas kewenangan, proses review, dokumentasi, dan mekanisme eskalasi yang berlaku dalam governance organisasi.

Bagaimana organisasi mengevaluasi penerapan hasil pelatihan?

Evaluasi dapat dilakukan melalui bukti implementasi seperti konsistensi proses review, kualitas dokumentasi pengukuran, penggunaan checklist, tindak lanjut atas perubahan exposure, dan penyelesaian action plan unit kerja.

Daftar Kota Pelaksanaan

Program “Pelatihan Market Risk Management 2026: Mengelola Risiko Pasar untuk Mendukung Stabilitas Keuangan dan Keputusan Investasi“ dapat diselenggarakan melalui public training, in house training, corporate training, maupun executive workshop. Pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bank, perusahaan pembiayaan, perusahaan investasi, BUMN, BUMD, holding company, anak perusahaan, dana pensiun, koperasi, maupun organisasi yang memiliki aktivitas pengelolaan investasi dan eksposur terhadap perubahan kondisi pasar.

Untuk kebutuhan in house, pembahasan dapat dikaitkan dengan proses kerja yang digunakan organisasi, seperti pemantauan posisi dan exposure, penyusunan laporan risiko, pengecekan kepatuhan terhadap limit, evaluasi perubahan nilai portofolio, koordinasi antara unit bisnis dan fungsi risiko, serta penyampaian informasi risiko kepada manajemen. Dengan demikian, contoh kasus dan latihan dapat diarahkan pada kondisi yang lebih dekat dengan data, instrumen, kebijakan, dan mekanisme pengendalian yang digunakan peserta dalam pekerjaan sehari-hari.

  • Jakarta
  • Bandung
  • Surabaya
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Medan
  • Makassar
  • Denpasar
  • Lombok
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Batam
  • Samarinda
  • Manado
  • Pekanbaru

Mengapa Pelatihan Ini Penting bagi Organisasi?

Perubahan kondisi pasar dapat memengaruhi nilai aset, kewajiban, portofolio investasi, pendapatan, maupun posisi keuangan organisasi dalam waktu yang relatif cepat. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi nilai instrumen berbasis bunga, pergerakan nilai tukar dapat mengubah nilai exposure valuta asing, sedangkan perubahan harga pasar dapat memengaruhi nilai portofolio yang dimiliki organisasi. Karena itu, pengelolaan risiko pasar membutuhkan proses yang mampu menghubungkan perubahan kondisi pasar dengan posisi risiko organisasi secara tepat waktu.

Tantangan operasional muncul ketika informasi mengenai posisi, exposure, limit, valuasi, dan kondisi pasar berasal dari sumber yang berbeda atau tidak diperbarui secara konsisten. Perbedaan data antara unit bisnis, treasury, investasi, finance, dan risk management dapat membuat proses validasi menjadi lebih panjang serta menyulitkan manajemen ketika membutuhkan gambaran posisi risiko pada periode tertentu. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kemungkinan keterlambatan dalam mengenali perubahan exposure yang sudah mendekati atau melewati batas yang ditetapkan.

Dalam pekerjaan sehari-hari, peserta perlu mampu membaca hubungan antara posisi yang dimiliki organisasi dengan faktor pasar yang memengaruhinya, kemudian memastikan informasi tersebut dapat digunakan dalam proses monitoring dan pelaporan. Pelatihan ini membantu peserta menerapkan proses tersebut melalui pembahasan berbasis kasus, interpretasi data risiko, pengecekan exposure terhadap limit, serta penyusunan informasi yang dapat digunakan untuk koordinasi antara fungsi bisnis, investasi, treasury, finance, risk management, dan manajemen.

Implementasi yang diharapkan bukan sekadar menghasilkan laporan risiko, tetapi membantu organisasi mengetahui perubahan posisi yang perlu diperhatikan, menentukan informasi yang perlu segera dikomunikasikan, dan menjaga agar keputusan investasi atau pengelolaan posisi tetap mempertimbangkan batas risiko yang telah ditetapkan. Dengan alur kerja yang lebih jelas, proses monitoring dapat dilakukan secara lebih konsisten dan manajemen memperoleh dasar informasi yang lebih terstruktur ketika mengevaluasi posisi keuangan serta perubahan exposure terhadap kondisi pasar.

Akses Informasi Program

  • 📄 Ajukan Proposal Pelatihan — Konsultasikan kebutuhan pelaksanaan program, termasuk in house training dengan studi kasus yang disesuaikan dengan aktivitas treasury, investasi, finance, risk management, atau fungsi terkait.
  • 📅 Lihat Jadwal & Biaya Pelatihan — Dapatkan informasi jadwal, pilihan kota, metode pelaksanaan, serta skema penyelenggaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan organisasi.
  • 📚 Jelajahi Program Pelatihan — Temukan program lain yang berkaitan dengan manajemen risiko, keuangan, investasi, audit, governance, treasury, compliance, transformasi digital, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi profesional.
  • 🛡️ Kredibilitas Penyelenggara — PENA didukung instruktur bersertifikasi BNSP, akademisi, dan praktisi dengan pengalaman pada berbagai sektor pemerintahan, BUMN, dan korporasi.

📌 Untuk konsultasi kebutuhan program, permintaan proposal, penyesuaian studi kasus, maupun pelaksanaan in house training, silakan menghubungi tim kami.

✉️ Email: info@penapelatihan.id

📞 WhatsApp/Telp: 0822-4551-1510

Program ini diarahkan agar peserta dapat membawa hasil pembelajaran ke dalam proses kerja yang nyata, terutama dalam membaca perubahan exposure, melakukan monitoring posisi terhadap batas risiko, memastikan informasi yang digunakan dalam pelaporan dapat ditelusuri, serta memperkuat koordinasi antara fungsi yang terlibat. Dengan penerapan yang konsisten, organisasi dapat memiliki proses pengelolaan risiko pasar yang lebih terstruktur, responsif terhadap perubahan kondisi pasar, dan lebih mudah digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

 


Penapelatihan.id mendukung pengembangan kompetensi profesional, peningkatan kualitas SDM, penguatan tata kelola, transformasi bisnis, optimalisasi proses kerja, serta peningkatan kinerja organisasi di berbagai sektor industri di Indonesia

 

Scroll to Top