penapelatihan.id

🔵 Bimtek Pemerintah & ASN   •   Pelatihan BUMN & BUMD   •   Corporate Training & Industry   •   Academic, Research & Development   •   Program Kompetensi 2026   •  Pelatihan implementatif untuk SPBE, SIPD, Pengadaan, Leadership, AI, GRC, Asset Management, dan Metodologi Penelitian
Office : 18 Office Park Building, 21th Floor Unit C Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu Jakarta Selatan, 12520
Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025

Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025 – Panduan Profesional & Optimal

Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025 – Panduan Profesional & Optimal

Pelatihan E-Government dan SPBE 2025: Transformasi Digital Pemerintahan yang Efektif

Penerapan E-Government dan SPBE 2025 menjadi kebutuhan strategis bagi instansi pemerintah maupun swasta yang ingin mengoptimalkan tata kelola digital secara profesional dan akuntabel. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, tuntutan masyarakat terhadap layanan publik yang transparan, cepat, dan akurat semakin meningkat. Masalah klasik yang masih dihadapi adalah kurangnya pemahaman strategis, implementasi yang tidak terintegrasi, serta risiko kebocoran data dan kurangnya akuntabilitas dalam pengelolaan sistem digital pemerintahan. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan mendesak untuk pembekalan dan pelatihan yang tepat sasaran bagi para pejabat, auditor, bendahara, kepala SKPD, dan stakeholder yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pengelolaan sistem digital pemerintah.

Regulasi terbaru, seperti Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pedoman transformasi digital di berbagai kementerian/lembaga, menekankan bahwa setiap instansi wajib menerapkan mekanisme pengelolaan digital yang terstandarisasi, aman, dan efisien. Tantangan terbesar adalah memastikan seluruh unit kerja dapat beradaptasi dengan cepat tanpa mengorbankan akuntabilitas dan transparansi layanan publik. E-Government bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi integrasi strategi, proses, dan sumber daya manusia secara menyeluruh untuk memberikan layanan yang optimal.

Problem lain yang kerap terjadi adalah lemahnya koordinasi antar unit kerja, serta minimnya pemahaman terhadap roadmap SPBE 2025. Banyak instansi mengalami hambatan dalam merancang sistem yang mampu mendukung integrasi data, analisis kebijakan berbasis informasi, serta pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Ketidakselarasan antara kebijakan digital dengan praktik operasional lapangan menimbulkan risiko inefisiensi, ketidaktransparanan, dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.

Solusi utama untuk mengatasi tantangan tersebut adalah melalui pelatihan strategis yang memadukan teori, praktik, dan studi kasus terkini. Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025 dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tata kelola digital pemerintahan modern. Peserta akan dibekali dengan strategi implementasi SPBE, teknik integrasi sistem, metodologi manajemen data, serta prinsip akuntabilitas dan transparansi yang sesuai dengan regulasi nasional. Dengan mengikuti pelatihan ini, instansi dapat merancang peta jalan transformasi digital yang realistis, efektif, dan selaras dengan target kinerja nasional.

Pentingnya pendekatan human-centered juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Sistem digital yang sukses tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan sumber daya manusia untuk mengelola, memelihara, dan mengoptimalkan sistem tersebut. Melalui simulasi, workshop, dan diskusi kasus nyata, peserta belajar mengidentifikasi titik kritis implementasi SPBE, mengurangi risiko kesalahan, dan memastikan setiap proses digital berjalan secara optimal dan akuntabel.

Urgensi mengikuti Bimtek E-Government dan SPBE 2025 tidak bisa ditunda. Transformasi digital yang tidak diikuti secara profesional berpotensi menyebabkan ketertinggalan instansi dalam pelayanan publik, lemahnya pengawasan internal, dan kurangnya keterlibatan stakeholder. Dengan mengikuti pelatihan sekarang, peserta akan mampu memahami kerangka kerja SPBE 2025, memetakan kebutuhan internal, serta mengimplementasikan strategi digital yang adaptif terhadap perubahan regulasi dan teknologi terbaru.

Penerapan SPBE yang terintegrasi memerlukan pemahaman mendalam mengenai siklus manajemen data, keamanan informasi, interoperabilitas sistem, dan analisis kebijakan berbasis data. Bimtek ini menekankan pada strategi yang bisa langsung diterapkan di instansi masing-masing, sehingga setiap peserta memperoleh kemampuan praktis, bukan hanya teori semata. Pendekatan ini memastikan bahwa investasi waktu dan sumber daya dalam pelatihan akan berdampak nyata terhadap kinerja organisasi dan kualitas layanan publik.

Selain itu, pelatihan ini juga membahas best practice internasional dan nasional yang relevan, memungkinkan peserta memahami standar global dalam implementasi e-Government dan adaptasi praktik terbaik sesuai konteks lokal. Dengan memahami pola keberhasilan di berbagai instansi, peserta dapat menyesuaikan strategi implementasi SPBE agar lebih efisien, aman, dan berdampak jangka panjang.

Problem klasik yang sering terjadi dalam implementasi SPBE adalah rendahnya integrasi antar sistem, kurangnya pemantauan, dan minimnya standar prosedur operasional. Melalui Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025, peserta dibimbing untuk menyusun kebijakan internal yang terukur, indikator kinerja digital, dan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan. Hal ini mendukung terciptanya budaya digital yang profesional dan bertanggung jawab di lingkungan instansi pemerintah dan swasta.

Urgensi lain adalah tuntutan akuntabilitas dan transparansi publik yang semakin tinggi. Setiap layanan digital harus bisa dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan diaudit. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana merancang sistem pelaporan yang efektif, mendeteksi celah risiko, serta memastikan data dan informasi yang disajikan sesuai dengan standar nasional dan regulasi internasional. Dengan demikian, instansi tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.

Peserta pelatihan juga memperoleh pemahaman tentang strategi transformasi digital berbasis data, pengelolaan risiko, serta inovasi dalam penyelenggaraan layanan publik. Penerapan SPBE yang efektif menuntut keseimbangan antara teknologi, proses, dan sumber daya manusia. Melalui modul interaktif, peserta belajar merancang sistem yang adaptif, scalable, dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi di tahun 2025 dan seterusnya.

Dengan mengikuti Bimtek E-Government dan SPBE 2025, peserta akan mampu membangun roadmap digital instansi yang jelas, menyusun strategi integrasi sistem, mengelola perubahan organisasi, serta memastikan seluruh proses digital berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Pelatihan ini menjadi sarana penting untuk mempersiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan digital modern dan mendukung percepatan reformasi birokrasi.

Kesimpulannya, transformasi digital melalui E-Government dan SPBE 2025 bukan sekadar tuntutan administratif, tetapi strategi vital untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan akuntabilitas instansi. Bimtek ini hadir sebagai solusi praktis bagi pejabat, auditor, bendahara, dan stakeholder yang ingin memastikan implementasi SPBE berjalan optimal. Jangan tunda kesiapan digital instansi Anda – ikuti pelatihan ini untuk menguasai strategi, praktik terbaik, dan panduan profesional yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

Segera ambil langkah strategis dengan mengikuti Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025 agar instansi Anda mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat kepercayaan publik. Pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menyiapkan mindset profesional, akuntabel, dan efektif untuk menghadapi tantangan digital pemerintahan modern. Lanjutkan membaca untuk menemukan detail lengkap modul, materi, dan pendekatan praktis yang akan membekali Anda menghadapi era E-Government & SPBE 2025 secara optimal.

Tujuan Bimtek E-Government dan SPBE 2025

Pelatihan E-Government dan SPBE 2025 dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman strategis, teknis, dan praktis dalam implementasi transformasi digital pemerintahan. Berikut adalah 9 tujuan utama yang ingin dicapai:

  1. Meningkatkan pemahaman strategis: Peserta mampu memahami konsep dan regulasi terkini terkait E-Government & SPBE 2025 serta keterkaitannya dengan akuntabilitas dan transparansi instansi.
  2. Menguasai integrasi sistem digital: Peserta dapat menyusun peta jalan implementasi SPBE, menghubungkan unit kerja, dan memastikan interoperabilitas antar sistem.
  3. Mengoptimalkan manajemen data: Peserta memahami metode pengelolaan data secara profesional, termasuk keamanan, analisis, dan pemanfaatannya untuk pengambilan keputusan yang efektif.
  4. Meningkatkan akuntabilitas internal: Melalui praktik studi kasus, peserta dapat merancang mekanisme pelaporan dan evaluasi digital yang transparan dan dapat diaudit.
  5. Mengembangkan kemampuan human-centered: Peserta belajar mengelola sumber daya manusia dalam transformasi digital agar sistem SPBE berjalan efektif dan adaptif.
  6. Mendorong efisiensi operasional: Peserta dapat mengidentifikasi hambatan implementasi dan menyusun strategi optimasi proses untuk mendukung kinerja instansi.
  7. Menyusun kebijakan internal terukur: Peserta dapat membuat SOP digital, indikator kinerja, dan roadmap implementasi SPBE yang realistis.
  8. Meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan regulasi: Peserta memahami dampak kebijakan nasional dan global terhadap transformasi digital instansi.
  9. Mendorong budaya profesional digital: Peserta terbiasa menggunakan prinsip efektif, akuntabel, dan transparan dalam semua proses E-Government & SPBE.

Materi Bimtek E-Government dan SPBE 2025

Materi pelatihan disusun secara komprehensif untuk memberikan pengetahuan teoritis dan praktik nyata bagi pejabat pemerintah, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, serta mitra swasta. Berikut 11 poin materi utama:

  1. Pengenalan E-Government & SPBE 2025: Dasar konsep, regulasi, dan kerangka kerja transformasi digital instansi.
  2. Strategi Implementasi SPBE: Menyusun roadmap, tahapan implementasi, dan best practice nasional & internasional.
  3. Integrasi Sistem & Interoperabilitas: Teknik menghubungkan sistem internal dan eksternal, memastikan data konsisten dan dapat diakses secara aman.
  4. Manajemen Data Digital: Pengelolaan data sensitif, analisis informasi, serta pemanfaatan untuk pengambilan keputusan strategis.
  5. Keamanan & Privasi Informasi: Standar keamanan data, mitigasi risiko kebocoran, dan penerapan praktik terbaik dalam sistem digital.
  6. Monitoring & Evaluasi Kinerja Digital: Pembuatan indikator kinerja, pelaporan, audit internal, dan strategi continuous improvement.
  7. Human-Centered Approach: Pelatihan simulasi dan studi kasus untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam pengelolaan SPBE.
  8. Optimasi Proses Bisnis Digital: Identifikasi bottleneck, efisiensi prosedur, dan pengurangan redundansi operasional.
  9. Tools & Sistem Informasi Pendukung: Penggunaan aplikasi dan platform digital yang relevan untuk mendukung implementasi SPBE.
  10. Kebijakan & Regulasi Digital: Analisis dampak regulasi terbaru dan integrasi kebijakan ke dalam praktik operasional instansi.
  11. Studi Kasus & Praktik Terapan: Analisis kasus nyata, solusi kreatif, dan pengembangan strategi SPBE yang adaptif sesuai konteks lokal.

Manfaat Bimtek E-Government dan SPBE 2025

Pelatihan ini memberikan manfaat praktis dan strategis bagi seluruh peserta. Berikut 7 poin utama:

  • Manfaat Praktis – Efisiensi & Kepatuhan: Peserta dapat langsung menerapkan strategi digital untuk meningkatkan kepatuhan regulasi dan efisiensi operasional.
  • Manfaat Praktis – Pengelolaan Data & Informasi: Meningkatkan kemampuan pengelolaan data sensitif dan analisis informasi untuk pengambilan keputusan tepat.
  • Manfaat Strategis – Roadmap Digital Instansi: Membantu merancang peta jalan transformasi digital yang terukur, aman, dan akuntabel.
  • Manfaat Strategis – Integrasi Sistem & Interoperabilitas: Memastikan semua unit kerja dan sistem internal terhubung dan mendukung kinerja instansi.
  • Manfaat Strategis – Kepastian & Transparansi: Menjamin akuntabilitas layanan publik dan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap instansi.
  • Manfaat Strategis – Peningkatan SDM Profesional: Menguatkan kompetensi pegawai dalam pengelolaan E-Government & SPBE secara efektif dan adaptif.
  • Manfaat Strategis – Peluang Kolaborasi: Memberikan dasar bagi kerja sama instansi pemerintah dan mitra swasta dalam implementasi layanan digital modern.

Narasumber Bimtek E-Government dan SPBE 2025

Pelatihan ini disampaikan oleh narasumber yang kredibel, berpengalaman, dan memiliki reputasi profesional tinggi di bidang transformasi digital pemerintahan:

  • Ahli Strategi Digital Pemerintahan: Memiliki pengalaman menyusun roadmap E-Government dan SPBE di berbagai kementerian dan instansi daerah.
  • Praktisi Integrasi Sistem & Manajemen Data: Profesional yang terbukti mampu merancang interoperabilitas sistem digital untuk pemerintahan modern.
  • Spesialis Keamanan & Privasi Informasi: Berpengalaman dalam mengimplementasikan standar keamanan data sesuai regulasi nasional dan internasional.
  • Trainer Human-Centered & Evaluasi Kinerja Digital: Menguasai metode pembelajaran praktis dan simulasi studi kasus untuk meningkatkan kompetensi SDM instansi.
  • Pengajar Best Practice & Kebijakan Digital: Menyajikan pengalaman implementasi SPBE dari skala nasional hingga internasional, memperkuat akuntabilitas dan efektivitas instansi.

Dengan bimbingan para praktisi dan pakar ini, peserta dijamin mendapatkan pemahaman mendalam, kompetensi profesional, dan strategi implementasi SPBE yang siap diterapkan di instansi masing-masing.

Durasi & Metode Pelaksanaan Bimtek E-Government dan SPBE 2025

Pelatihan E-Government dan SPBE 2025 dirancang dengan metode profesional agar peserta memperoleh pengalaman belajar maksimal. Berikut detail durasi dan metode pelaksanaan:

  1. Durasi Pelatihan: 2 hari penuh, dengan total 16 jam efektif belajar. Hari pertama fokus pada teori dan regulasi, hari kedua untuk praktik integrasi sistem dan studi kasus.
  2. Pembagian Sesi: Setiap hari terdiri dari 2 sesi utama, masing-masing 3,5 jam, dilengkapi coffee break 30 menit dan sesi tanya jawab interaktif 1 jam untuk memastikan pemahaman peserta.
  3. Metode Pelaksanaan: Hybrid (tatap muka & daring). Tatap muka di lokasi training memungkinkan simulasi dan workshop langsung, sedangkan daring memanfaatkan platform interaktif untuk diskusi dan materi digital.
  4. Platform & Kebutuhan Teknis: Peserta daring menggunakan aplikasi konferensi online profesional, laptop dengan spesifikasi minimal i5, koneksi internet stabil, dan headset. Tatap muka di ruang training dengan fasilitas presentasi lengkap.
  5. Contoh Skenario Pelaksanaan: Hari pertama, peserta mengikuti paparan regulasi SPBE, diskusi kasus implementasi E-Government, dan praktik pengelolaan data digital. Hari kedua, peserta menerapkan simulasi integrasi sistem, monitoring kinerja digital, dan merancang roadmap transformasi instansi.

Output yang Diperoleh Peserta

  • Mendapat Sertifikat 32 JP sebagai bukti kompetensi profesional.
  • Memahami regulasi terbaru E-Government dan SPBE 2025 serta standar nasional akuntabilitas digital.
  • Mampu menyusun laporan dan sistem digital yang akuntabel dan transparan.
  • Merancang strategi implementasi SPBE yang praktis dan terukur sesuai kebutuhan instansi.
  • Membangun networking profesional dengan peserta dari berbagai instansi pemerintah dan mitra swasta.

FAQ – Pertanyaan Seputar Bimtek E-Government dan SPBE 2025

  • Apa yang dimaksud dengan E-Government dan SPBE 2025?
    E-Government & SPBE 2025 adalah sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi, fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan publik.
  • Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
    Pelatihan ini ditujukan untuk pejabat pemda, ASN termasuk bendahara dan pejabat pengadaan, serta mitra swasta yang terlibat dalam implementasi digital instansi.
  • Berapa lama durasi pelatihan dan apa metode yang digunakan?
    Pelatihan berlangsung 2 hari (16 jam efektif), menggunakan metode hybrid dengan kombinasi tatap muka dan daring untuk praktik dan diskusi interaktif.
  • Apakah materi pelatihan mencakup studi kasus nyata?
    Ya, peserta akan mempelajari studi kasus implementasi SPBE di berbagai instansi untuk meningkatkan kemampuan praktis dan strategi transformasi digital.
  • Apakah pelatihan ini memberikan sertifikat resmi?
    Peserta yang menyelesaikan seluruh sesi akan mendapatkan sertifikat kompetensi 32 JP yang mendukung pengembangan profesional di bidang E-Government dan SPBE.
  • Bagaimana pelatihan ini membantu meningkatkan akuntabilitas instansi?
    Materi dan praktik pelatihan dirancang untuk membekali peserta menyusun sistem digital dan laporan yang transparan, aman, dan sesuai regulasi nasional.
  • Apakah ada dukungan teknis selama pelatihan daring?
    Ya, peserta mendapatkan panduan teknis penggunaan platform online, termasuk instalasi aplikasi, spesifikasi laptop, dan koneksi internet yang optimal.

Kesimpulan

Bimtek E-Government dan SPBE 2025 merupakan pelatihan strategis yang memberikan pemahaman mendalam, kemampuan praktis, dan strategi implementasi digital bagi pejabat pemerintah, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, serta mitra swasta. Dengan durasi 2 hari dan metode hybrid profesional, peserta dapat langsung menerapkan strategi SPBE, meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi instansi. Pelatihan ini memastikan SDM terlatih menghadapi transformasi digital modern, memanfaatkan regulasi terbaru, serta membangun jaringan profesional yang solid. Segera pertimbangkan mengikuti pelatihan ini untuk memastikan instansi Anda siap menjalankan E-Government dan SPBE 2025 secara optimal dan profesional.

Tempat & Kota Pelaksanaan Bimtek E-Government dan SPBE 2025

Pelatihan E-Government dan SPBE 2025 diselenggarakan di berbagai kota strategis Indonesia untuk menjangkau pejabat pemerintah, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, dan mitra swasta secara optimal. Berikut lokasi dan kegiatan pelatihan:

  • Jakarta: Tatap muka di pusat pelatihan profesional dengan sesi workshop integrasi sistem SPBE, studi kasus, dan diskusi regulasi terbaru.
  • Bandung: Kombinasi sesi offline dan online, fokus pada manajemen data digital dan praktik akuntabilitas instansi.
  • Yogyakarta: Workshop intensif tentang roadmap implementasi E-Government & SPBE 2025 serta simulasi pengelolaan sistem digital.
  • Malang: Pelatihan tatap muka dengan studi kasus nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi internal instansi.
  • Surabaya: Hybrid learning, menekankan strategi integrasi sistem, monitoring kinerja digital, dan praktik human-centered approach.
  • Bali: Sesi praktik langsung dan diskusi interaktif, fokus pada optimasi proses digital instansi pemerintah dan mitra swasta.
  • Lombok: Pelatihan intensif mengenai keamanan data, regulasi terbaru, serta perancangan SOP digital yang akuntabel.
  • Batam: Workshop implementasi E-Government & SPBE 2025 yang mendukung transparansi dan efisiensi pelayanan publik.
  • Medan: Sesi tatap muka dan daring dengan materi integrasi sistem, manajemen data, dan strategi digital instansi.
  • Makassar: Pelatihan praktis, membekali peserta dengan kemampuan menyusun laporan digital akuntabel dan roadmap transformasi instansi.

Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025 – Panduan Profesional & Optimal

Saatnya memperkuat tata kelola dan kapabilitas SDM melalui pelatihan yang tepat guna. Program Bimtek Strategi E-Government dan SPBE 2025 – Panduan Profesional & Optimal dari Pusat Edukasi Indonesia (Penapelatihan.id) hadir sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan nyata di instansi Anda. Disusun berbasis regulasi terbaru dan disampaikan oleh narasumber ahli, pelatihan ini dirancang untuk mendukung penerapan langsung di lapangan.
Wujudkan sistem kerja yang akuntabel dan SDM yang adaptif bersama Penapelatihan.id — mitra nasional peningkatan kinerja kelembagaan. Klik! https://penapelatihan.id/informasi-jadwal/ Untuk melihat jadwal terbaru. 

Dengan penuh hormat dan apresiasi, kami sangat menghargai waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Apabila Bapak/Ibu berkenan meluangkan waktu, untuk meninjau materi lanjutan lainnya yang kami siapkan guna mendukung kinerja profesionalisme dan akuntabilitas. Silakan klik di sini: Bimtek Pelayanan Publik Digital dan Inovasi SPBE 2025 – Strategi Profesional untuk ASN & Pemerintah

💰 Biaya & Fasilitas Bimtek / Pelatihan Resmi

Berikut adalah rincian biaya dan fasilitas dari masing-masing pilihan kelas pelatihan:

🏨 1. Paket Bimtek + Akomodasi Hotel

💵 Rp 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
✅ Termasuk akomodasi hotel 4 hari 3 malam

Fasilitas:

  • Pelatihan intensif selama 2 hari

  • Tanda peserta resmi

  • Tas eksklusif

  • Coffee break 2x dan lunch 2x 

  • Kelengkapan bimtek (pena/pensil, buku catatan, makalah)

  • Flashdisk 8 GB berisi materi

  • Dokumentasi kegiatan (foto/video)

  • Sertifikat resmi PENA Pelatihan

  • Antar jemput bandara (khusus rombongan ≥8 orang)

🏢 2. Paket Bimtek Non Akomodasi

💵 Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)

Fasilitas:

  • Pelatihan intensif selama 2 hari

  • Tanda peserta resmi

  • Tas eksklusif

  • Coffee break 2x dan lunch 2x

  • Kelengkapan bimtek (pena/pensil, buku catatan, makalah)

  • Flashdisk 8 GB berisi materi

  • Dokumentasi kegiatan

  • Sertifikat resmi PENA Pelatihan

💻 3. Paket Kelas Online (Zoom Meeting)

💵 Rp 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)

Fasilitas:

  • Akses pelatihan online via Zoom selama 2 hari

  • Modul dan materi dikirim dalam bentuk digital

  • Sertifikat resmi pelatihan (dikirim via email atau pos)

  • Rekaman video kelas (on-demand)

  • Grup diskusi dan pendampingan online (selama pelatihan)

🏞️ Pelatihan Inhouse / Outbound

Kami juga melayani kegiatan Inhouse Training dan Outbound Training di lokasi instansi Anda.
📌 Minimal peserta: 11–15 orang.
Waktu, materi, dan tempat bisa disesuaikan.

Untuk konsultasi dan informasi pendaftaran, silakan hubungi:
📱 0822-4551-1510 
📧 info@penapelatihan.id 

💳 Cara Pembayaran

Pembayaran dapat dilakukan melalui dua metode:

  1. Tunai saat registrasi pelatihan di lokasi

  2. Non-tunai (transfer bank):

BANK BCA KCU SCBD
No. Rekening: 0067714222
a.n. PUSAT EDUKASI INDONESIA

Scroll to Top