Pelatihan Pengembangan Kurikulum 2026: Menyelaraskan Capaian Pembelajaran, Materi, dan Asesmen
Pelatihan Pengembangan Kurikulum 2026 membantu tim program studi meninjau keselarasan capaian pembelajaran, materi, aktivitas belajar, dan asesmen agar rancangan pembelajaran lebih terarah
Deskripsi Pelatihan
Pengembangan kurikulum di perguruan tinggi tidak berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum, mata kuliah, dan silabus. Tantangan utamanya adalah memastikan bahwa capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, materi yang diberikan, aktivitas pembelajaran, dan asesmen saling terhubung serta mendukung kompetensi yang perlu dikuasai mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, tim pengembang kurikulum dan dosen dapat menghadapi ketidaksesuaian antara capaian pembelajaran yang dirumuskan dengan materi yang diajarkan atau bentuk asesmen yang digunakan. Akibatnya, proses pembelajaran mungkin telah berjalan sesuai rencana, tetapi bukti pencapaian kompetensi mahasiswa belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang diharapkan.
Pelatihan Pengembangan Kurikulum 2026: Menyelaraskan Capaian Pembelajaran, Materi, dan Asesmen dirancang untuk membantu peserta meninjau hubungan antara komponen kurikulum, mengidentifikasi ketidaksesuaian, dan menyusun perbaikan yang dapat diterapkan dalam perencanaan pembelajaran. Pendekatan ini mendukung pengembangan kurikulum yang lebih terarah, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan program studi.
Perubahan Lingkungan Akademik, Riset & Kebutuhan Penguatan Kompetensi
Pengembangan kurikulum perguruan tinggi membutuhkan keterkaitan yang jelas antara kompetensi lulusan, proses pembelajaran, dan cara pencapaian kompetensi tersebut dinilai. Program studi perlu memastikan bahwa capaian pembelajaran tidak hanya tertulis dalam dokumen, tetapi juga diterjemahkan ke dalam rancangan mata kuliah, materi, aktivitas belajar, dan asesmen yang sesuai. Pendekatan constructive alignment membantu menyelaraskan capaian pembelajaran dengan aktivitas belajar dan metode penilaian. Penjelasan mengenai pendekatan ini dapat dipelajari melalui panduan constructive alignment dari Monash University.
Dalam praktiknya, perubahan kurikulum atau peninjauan pembelajaran dapat melibatkan banyak pihak, mulai dari pimpinan program studi, tim kurikulum, dosen pengampu, hingga unit penjaminan mutu. Perbedaan cara memahami capaian pembelajaran, penggunaan kata kerja yang kurang terukur, serta pemilihan metode penilaian yang belum sesuai dapat menyulitkan proses penyelarasan antarmata kuliah.
Kondisi tersebut membutuhkan kompetensi untuk memetakan hubungan antara capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah, menentukan materi yang relevan, serta memilih asesmen yang mampu menghasilkan bukti pencapaian. Penguatan kompetensi ini membantu tim kurikulum melakukan peninjauan secara lebih sistematis tanpa harus mengubah seluruh rancangan pembelajaran apabila perbaikan dapat dilakukan pada bagian tertentu.
Ruang Lingkup Pelatihan
Pelatihan berfokus pada proses pengembangan dan peninjauan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, khususnya keterkaitan antara capaian pembelajaran, materi, aktivitas pembelajaran, dan asesmen. Pembahasan diarahkan pada pekerjaan yang dilakukan tim kurikulum dan dosen ketika merancang, memeriksa, serta memperbaiki dokumen pembelajaran.
Ruang lingkup kegiatan mencakup:
- Peninjauan struktur dan komponen kurikulum program studi.
- Perumusan dan penajaman capaian pembelajaran lulusan.
- Penjabaran capaian pembelajaran lulusan ke dalam capaian pembelajaran mata kuliah.
- Pemetaan kontribusi mata kuliah terhadap pencapaian kompetensi lulusan.
- Penyelarasan capaian pembelajaran dengan materi dan aktivitas pembelajaran.
- Pemilihan metode asesmen berdasarkan capaian yang ditargetkan.
- Penyusunan indikator dan kriteria penilaian yang terukur.
- Peninjauan kesesuaian antara rancangan pembelajaran dan bukti pencapaian mahasiswa.
Pelatihan tidak diarahkan untuk membahas seluruh aspek tata kelola perguruan tinggi atau penjaminan mutu secara umum. Fokusnya adalah memperkuat konsistensi hubungan antarkomponen kurikulum agar rancangan pembelajaran lebih mudah ditinjau dan diterapkan.
Tantangan dan Akar Penyebab Implementasi
Kondisi yang Dihadapi
Program studi dapat memiliki dokumen kurikulum, deskripsi mata kuliah, rencana pembelajaran semester, materi perkuliahan, serta instrumen penilaian yang disusun oleh pihak berbeda. Setiap dokumen mungkin telah memenuhi kebutuhan administratif, tetapi keterkaitan antara capaian yang ditargetkan dan cara mengukurnya belum tentu tergambar secara konsisten.
Gejala yang Muncul
- Capaian pembelajaran dirumuskan terlalu luas sehingga sulit diterjemahkan menjadi aktivitas belajar dan penilaian.
- Materi perkuliahan lebih banyak mengikuti kebiasaan pengajaran sebelumnya daripada kebutuhan capaian pembelajaran.
- Bentuk tugas, ujian, atau proyek belum sepenuhnya mengukur kompetensi yang ditargetkan.
- Kontribusi setiap mata kuliah terhadap capaian pembelajaran lulusan belum dipetakan dengan jelas.
- Indikator penilaian antardosen berbeda meskipun digunakan untuk mengukur capaian yang serupa.
Tantangan dalam Pelaksanaan
Tim kurikulum perlu menyelaraskan rancangan pembelajaran tanpa mengabaikan karakteristik mata kuliah, beban belajar mahasiswa, ketersediaan sumber daya, dan kebutuhan kompetensi lulusan. Proses ini memerlukan koordinasi agar perubahan pada satu komponen tidak menimbulkan ketidaksesuaian pada komponen lainnya.
Akar Penyebab
Ketidaksesuaian umumnya berkaitan dengan belum adanya pemetaan yang cukup jelas antara capaian pembelajaran, materi, aktivitas belajar, dan asesmen. Selain itu, perbedaan interpretasi terhadap rumusan capaian pembelajaran dan belum konsistennya penggunaan indikator penilaian dapat membuat setiap komponen dikembangkan secara terpisah. Karena itu, perbaikan perlu dimulai dari peninjauan hubungan antarkomponen, bukan sekadar mengganti format dokumen.
Risiko Jika Tidak Ditangani
Ketika capaian pembelajaran, materi, dan asesmen tidak selaras, program studi berisiko menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.
- Materi pembelajaran tidak memberikan dukungan yang memadai terhadap kompetensi yang ditargetkan.
- Asesmen menghasilkan nilai, tetapi belum memberikan bukti yang cukup untuk menilai ketercapaian kompetensi tertentu.
- Dosen mengalami kesulitan menentukan bagian pembelajaran yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil penilaian.
- Peninjauan kurikulum menjadi lebih rumit karena hubungan antara mata kuliah dan capaian lulusan tidak terdokumentasi secara jelas.
- Koordinasi antardosen dan tim kurikulum membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyamakan interpretasi.
- Dokumentasi pembelajaran menjadi kurang konsisten ketika program studi melakukan evaluasi dan perbaikan kurikulum.
Risiko tersebut tidak selalu muncul pada setiap program studi. Namun, pemeriksaan keselarasan secara terstruktur dapat membantu menemukan ketidaksesuaian lebih awal dan menentukan bagian yang perlu diperbaiki.
Hasil yang Diharapkan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan praktis untuk meninjau keselarasan kurikulum serta menerjemahkannya menjadi perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan program studi.
- Peserta mampu mengidentifikasi hubungan antara capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah.
- Peserta mampu memetakan kontribusi mata kuliah terhadap capaian pembelajaran lulusan.
- Peserta mampu menemukan ketidaksesuaian antara capaian pembelajaran, materi, aktivitas pembelajaran, dan asesmen.
- Peserta mampu menyusun alternatif perbaikan pada rumusan capaian pembelajaran dan rancangan pembelajaran.
- Peserta mampu menentukan bentuk asesmen yang lebih sesuai dengan kompetensi yang diukur.
- Peserta memiliki dasar dokumentasi yang lebih jelas untuk mendukung peninjauan dan perbaikan kurikulum.
Hasil tersebut merupakan sasaran pembelajaran yang perlu dikembangkan lebih lanjut melalui penerapan di lingkungan kerja masing-masing, dengan mempertimbangkan kebijakan akademik dan prosedur yang berlaku di institusi.
Tujuan dan Kompetensi yang Dikembangkan
Pelatihan bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun dan meninjau kurikulum dengan memperhatikan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, dan cara mengukur pencapaiannya.
- Memahami prinsip pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
- Mengidentifikasi komponen utama kurikulum dan hubungan antarkomponen.
- Menganalisis rumusan capaian pembelajaran lulusan agar lebih jelas dan dapat diturunkan ke tingkat mata kuliah.
- Menyusun keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah.
- Menganalisis kontribusi mata kuliah terhadap pencapaian kompetensi lulusan.
- Memetakan keselarasan capaian pembelajaran dengan materi dan aktivitas pembelajaran.
- Menentukan bentuk asesmen yang sesuai dengan jenis kompetensi yang ditargetkan.
- Menyusun indikator dan kriteria penilaian yang dapat digunakan secara konsisten.
- Mengevaluasi kesesuaian antara rancangan pembelajaran dan bukti hasil belajar mahasiswa.
- Mengidentifikasi kesenjangan antara target capaian dan instrumen penilaian.
- Mengembangkan alternatif perbaikan pada dokumen kurikulum atau rancangan pembelajaran.
- Menyusun prioritas tindak lanjut berdasarkan hasil peninjauan keselarasan.
Manfaat Pelatihan
Kompetensi yang dikembangkan melalui pelatihan dapat memberikan manfaat praktis bagi pengelolaan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran di program studi.
- Memudahkan tim kurikulum menelusuri hubungan antara capaian lulusan dan mata kuliah yang mendukungnya.
- Mengurangi ketidaksesuaian antara target pembelajaran dan materi yang disampaikan.
- Membantu dosen memilih tugas, ujian, proyek, atau praktik yang lebih relevan dengan capaian mata kuliah.
- Memperjelas dasar penentuan indikator dan kriteria penilaian mahasiswa.
- Memudahkan identifikasi bagian kurikulum yang memerlukan peninjauan.
- Mendukung koordinasi antara tim kurikulum dan dosen pengampu.
- Membantu program studi menyusun dokumentasi keterkaitan capaian, materi, dan asesmen secara lebih konsisten.
- Mempermudah pembahasan perbaikan pembelajaran berdasarkan bukti hasil asesmen.
- Membantu mengurangi pengulangan materi yang tidak memiliki kontribusi jelas terhadap capaian yang ditargetkan.
- Mendukung penyusunan prioritas perbaikan tanpa harus merevisi seluruh dokumen secara bersamaan.
- Memberikan dasar diskusi yang lebih terarah ketika program studi melakukan evaluasi kurikulum.
Sasaran Peserta dan Unit yang Relevan
Pelatihan ini ditujukan kepada personel perguruan tinggi yang terlibat langsung dalam pengembangan, pelaksanaan, dan peninjauan kurikulum serta rancangan pembelajaran.
- Pimpinan program studi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan dan evaluasi kurikulum.
- Tim pengembang kurikulum fakultas atau program studi.
- Dosen yang terlibat dalam penyusunan capaian pembelajaran dan rencana pembelajaran semester.
- Koordinator mata kuliah yang perlu menyelaraskan materi dan asesmen dengan capaian pembelajaran.
- Pengelola akademik yang mendukung penyusunan dan peninjauan dokumen kurikulum.
- Personel unit penjaminan mutu yang terlibat dalam evaluasi kesesuaian rancangan dan pelaksanaan pembelajaran.
- Tim pengembangan pembelajaran yang mendampingi dosen dalam merancang aktivitas belajar dan asesmen.
Pelatihan dapat diikuti oleh peserta yang sedang mengembangkan kurikulum baru maupun yang ingin meninjau kurikulum yang sudah berjalan. Kedalaman pembahasan dapat disesuaikan dengan pengalaman peserta dan kebutuhan institusi.
Materi Pelatihan
Hari Pertama — Dasar dan Pemetaan Kurikulum
Sesi 1: Prinsip Pengembangan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran
- Konsep dan prinsip pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
- Struktur kurikulum dan hubungan antara capaian pembelajaran lulusan dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
- Identifikasi kebutuhan kompetensi lulusan sebagai dasar peninjauan kurikulum.
- Perumusan capaian pembelajaran yang jelas, relevan, dan dapat dinilai.
- Penjabaran capaian pembelajaran lulusan ke dalam capaian pembelajaran mata kuliah.
Sesi 2: Pemetaan Capaian Pembelajaran dan Materi
- Pemetaan hubungan antara capaian pembelajaran lulusan dan mata kuliah.
- Analisis kontribusi setiap mata kuliah terhadap capaian pembelajaran lulusan.
- Identifikasi tumpang tindih dan kesenjangan cakupan materi.
- Penyelarasan materi dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
- Peninjauan aktivitas pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi.
Hari Kedua — Penyelarasan Asesmen dan Praktik Perbaikan
Sesi 3: Penyelarasan Capaian Pembelajaran dan Asesmen
- Prinsip penyusunan asesmen berdasarkan capaian pembelajaran.
- Pemilihan metode penilaian sesuai dengan jenis kompetensi yang ditargetkan.
- Penyusunan indikator ketercapaian dan kriteria penilaian.
- Penyelarasan tugas, ujian, proyek, presentasi, dan praktik dengan capaian pembelajaran.
- Peninjauan rubrik penilaian dan konsistensi interpretasi hasil asesmen.
Sesi 4: Workshop Penyelarasan dan Rencana Perbaikan Kurikulum
- Analisis kesesuaian antara capaian pembelajaran, materi, aktivitas, dan asesmen.
- Identifikasi kesenjangan dalam contoh dokumen kurikulum atau rancangan pembelajaran.
- Praktik penyusunan matriks keselarasan capaian pembelajaran, materi, dan asesmen.
- Penyusunan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil analisis.
- Penentuan prioritas tindak lanjut dan mekanisme peninjauan bersama di tingkat program studi.
Materi dapat disesuaikan dengan dokumen, karakteristik program studi, dan kebutuhan peserta. Latihan menggunakan contoh atau dokumen yang dapat dibagikan secara aman, sesuai ketentuan institusi.
Metode Pelatihan dan Implementasi
Pelatihan menggunakan pendekatan pembelajaran terarah yang menggabungkan penjelasan konsep, pembahasan kasus, dan latihan penyelarasan dokumen. Peserta tidak hanya mempelajari komponen kurikulum secara terpisah, tetapi juga menelusuri bagaimana satu capaian pembelajaran diterjemahkan menjadi materi, aktivitas pembelajaran, dan bentuk asesmen yang sesuai.
- Instructor-led learning: pembahasan konsep dan prinsip pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
- Case discussion: analisis contoh ketidaksesuaian antara capaian pembelajaran, materi, dan asesmen.
- Document exercise: peninjauan contoh rumusan capaian pembelajaran dan rancangan pembelajaran.
- Guided practice: latihan memetakan kontribusi mata kuliah terhadap capaian pembelajaran lulusan.
- Workshop: penyusunan matriks keselarasan dan identifikasi bagian yang memerlukan perbaikan.
- Action planning: penyusunan langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan oleh program studi.
Setelah pelatihan, peserta dapat menerapkan hasil latihan secara bertahap pada dokumen yang menjadi tanggung jawabnya. Penyesuaian dilakukan melalui koordinasi dengan tim kurikulum, dosen terkait, dan unit yang berwenang, dengan tetap mengikuti kebijakan akademik institusi.
Skema Pelaksanaan, Durasi dan Fasilitas
Pelatihan dirancang dengan durasi dua hari, masing-masing terdiri atas dua sesi. Pembagian waktu menggabungkan pemahaman konsep, analisis contoh, dan latihan penerapan agar peserta memiliki kesempatan untuk menghubungkan materi dengan pekerjaan pengembangan kurikulum.
| Hari | Sesi | Fokus Kegiatan | Output Latihan |
|---|---|---|---|
| Hari 1 | Sesi 1 | Prinsip kurikulum dan perumusan capaian pembelajaran | Identifikasi komponen dan peninjauan rumusan capaian pembelajaran |
| Hari 1 | Sesi 2 | Pemetaan capaian pembelajaran dan materi | Rancangan awal matriks kontribusi mata kuliah dan keselarasan materi |
| Hari 2 | Sesi 3 | Penyelarasan capaian pembelajaran dan asesmen | Identifikasi kesesuaian metode penilaian dan indikator capaian |
| Hari 2 | Sesi 4 | Workshop dan rencana perbaikan | Matriks keselarasan dan daftar prioritas tindak lanjut |
Fasilitas Pembelajaran
Fasilitas mengikuti skema penyelenggaraan yang disepakati. Kebutuhan pembelajaran dapat mencakup materi pelatihan dan bahan latihan yang relevan dengan topik, sedangkan penggunaan dokumen institusi atau contoh kasus disesuaikan dengan ketersediaan dan ketentuan kerahasiaan yang berlaku.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah pelatihan ini cocok untuk peserta yang belum pernah menjadi tim pengembang kurikulum?
Ya. Peserta dapat mengikuti pembahasan mulai dari pengenalan komponen kurikulum dan capaian pembelajaran, kemudian berlanjut ke pemetaan materi dan asesmen. Pemahaman dasar tentang proses pembelajaran di perguruan tinggi akan membantu peserta mengikuti latihan.
2. Apakah peserta harus membawa dokumen kurikulum program studi?
Tidak harus. Latihan dapat menggunakan contoh dokumen yang disediakan dalam kegiatan. Jika peserta membawa dokumen program studi, penggunaannya perlu memperhatikan izin institusi dan ketentuan kerahasiaan yang berlaku.
3. Bagaimana jika kurikulum program studi kami sudah berjalan?
Kurikulum yang sudah berjalan dapat menjadi objek peninjauan. Peserta dapat memeriksa hubungan antara capaian pembelajaran, materi, dan asesmen untuk menemukan bagian yang perlu dipertahankan, disesuaikan, atau ditinjau lebih lanjut.
4. Apakah pendekatan pelatihan dapat diterapkan pada program studi yang berbeda bidang ilmu?
Prinsip penyelarasan dapat digunakan pada berbagai bidang ilmu, tetapi contoh penerapannya perlu mengikuti karakter kompetensi yang ditargetkan. Bentuk asesmen untuk kompetensi praktik, misalnya, dapat berbeda dari asesmen untuk kompetensi analitis atau konseptual.
5. Bagaimana jika setiap dosen memiliki cara mengajar dan menilai yang berbeda?
Perbedaan metode pembelajaran tidak selalu menjadi masalah selama tetap mendukung capaian yang ditargetkan. Tim program studi dapat menyepakati indikator dan kriteria penilaian yang relevan agar bukti pencapaian kompetensi dapat ditinjau secara lebih konsisten.
6. Apakah pelatihan ini membahas penyusunan RPS?
Rencana pembelajaran semester dibahas sejauh berkaitan dengan penyelarasan capaian pembelajaran, materi, aktivitas belajar, dan asesmen. Penyusunan RPS secara menyeluruh di luar kebutuhan tersebut bukan fokus utama program.
7. Apakah pelatihan membahas penggunaan rubrik penilaian?
Ya. Rubrik dibahas dalam konteks penentuan indikator dan kriteria penilaian yang sesuai dengan capaian pembelajaran. Peserta dapat mempelajari cara meninjau apakah kriteria yang digunakan cukup jelas untuk menilai hasil belajar mahasiswa.
8. Apakah hasil latihan dapat langsung digunakan oleh program studi?
Hasil latihan dapat menjadi bahan awal untuk peninjauan dokumen dan diskusi internal. Penggunaan sebagai dokumen resmi tetap memerlukan pemeriksaan, penyesuaian, dan persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku di institusi.
9. Bagaimana jika capaian pembelajaran mata kuliah sudah ditetapkan, tetapi asesmennya belum sesuai?
Peninjauan dapat dimulai dari capaian yang sudah ditetapkan, kemudian memeriksa apakah materi dan aktivitas belajar mendukung pencapaiannya serta apakah metode penilaian mampu menghasilkan bukti yang relevan. Dengan cara ini, perbaikan dapat difokuskan pada bagian yang memang memerlukan penyesuaian.
10. Apakah pelatihan ini membahas evaluasi hasil belajar mahasiswa?
Evaluasi hasil belajar dibahas sejauh digunakan untuk memeriksa kesesuaian antara capaian yang ditargetkan dan bukti hasil asesmen. Pembahasan tidak diarahkan menjadi program tersendiri tentang seluruh sistem evaluasi akademik.
11. Apa yang perlu dipersiapkan peserta sebelum mengikuti pelatihan?
Peserta sebaiknya memahami gambaran umum kurikulum atau mata kuliah yang dikelola. Jika memungkinkan, peserta dapat menyiapkan contoh rumusan capaian pembelajaran, materi, atau instrumen penilaian untuk membantu menghubungkan pembahasan dengan pekerjaan sehari-hari.
12. Bagaimana jika program studi sedang merencanakan revisi kurikulum?
Pelatihan dapat membantu tim mengidentifikasi bagian yang perlu ditinjau sebelum revisi dilakukan. Hasil analisis dapat digunakan sebagai bahan diskusi untuk menentukan prioritas perubahan, dengan tetap mengikuti proses pengembangan dan persetujuan kurikulum di institusi.
13. Apakah pelatihan ini menjamin kurikulum memenuhi seluruh persyaratan akreditasi?
Tidak. Pelatihan berfokus pada penguatan kompetensi dalam menyelaraskan capaian pembelajaran, materi, dan asesmen. Pemenuhan persyaratan akreditasi tetap memerlukan pemeriksaan terhadap standar dan instrumen yang berlaku, serta evaluasi terhadap keseluruhan aspek yang dinilai.
14. Bagaimana jika format dokumen kurikulum setiap perguruan tinggi berbeda?
Perbedaan format dapat diakomodasi selama komponen yang dibutuhkan untuk meninjau keselarasan dapat diidentifikasi. Prinsip pemetaan dapat diterapkan pada format yang digunakan institusi tanpa harus menyeragamkan seluruh dokumen.
15. Apa tindak lanjut yang disarankan setelah pelatihan?
Program studi dapat memulai dengan meninjau satu mata kuliah atau satu bagian kurikulum, mendiskusikan temuan bersama pihak terkait, dan menyepakati prioritas perbaikan. Hasilnya kemudian dapat dievaluasi sebelum pendekatan yang sama diterapkan pada bagian lain.
Penutup
Pengembangan kurikulum yang terarah membutuhkan hubungan yang jelas antara kompetensi lulusan, materi pembelajaran, dan asesmen. Ketika ketiga komponen tersebut diselaraskan, program studi memiliki dasar yang lebih kuat untuk meninjau rancangan pembelajaran, membaca bukti hasil belajar, dan menentukan perbaikan yang diperlukan.
Melalui Pelatihan Pengembangan Kurikulum 2026: Menyelaraskan Capaian Pembelajaran, Materi, dan Asesmen, peserta diharapkan dapat menerapkan pendekatan yang lebih sistematis dalam meninjau dokumen kurikulum dan mengidentifikasi langkah perbaikan yang realistis sesuai dengan kebutuhan program studi masing-masing.
Daftar Kota Pelaksanaan
Program “Pelatihan Pengembangan Kurikulum 2026: Menyelaraskan Capaian Pembelajaran, Materi, dan Asesmen” dapat diselenggarakan melalui skema public training, in house training, maupun program khusus sesuai kebutuhan organisasi. Pelaksanaan dapat disesuaikan dengan jumlah peserta, unit kerja, lokasi, waktu, serta kebutuhan kompetensi yang ingin diperkuat.
| Jakarta | Bandung | Surabaya | Semarang |
| Yogyakarta | Malang | Medan | Makassar |
| Denpasar | Lombok | Palembang | Balikpapan |
| Batam | Samarinda | Manado | Pekanbaru |
Siap Menyesuaikan Kebutuhan Pelatihan?
Pilih langkah yang sesuai untuk mendapatkan informasi, mengajukan program, atau mendiskusikan kebutuhan pengembangan kompetensi organisasi:
- 📄 Ajukan Proposal Pelatihan — Untuk kebutuhan in house training, workshop, maupun program pengembangan kompetensi khusus sesuai kebutuhan organisasi.
- 📅 Lihat Jadwal & Biaya Pelatihan — Untuk melihat jadwal, kota pelaksanaan, skema training, dan informasi biaya.
- 💬 Konsultasikan Kebutuhan Pelatihan — Untuk menyesuaikan materi, peserta, waktu, lokasi, atau skema pelaksanaan dengan kebutuhan organisasi.
- 🛡️ Kredibilitas Penyelenggara — PENA didukung instruktur bersertifikasi BNSP, akademisi, dan praktisi dengan pengalaman pada berbagai bidang dan lingkungan organisasi.
📌 Untuk permintaan proposal, informasi jadwal, atau konsultasi program, Anda juga dapat menghubungi tim PenaPelatihan:
✉️ Email: info@penapelatihan.id
📞 WhatsApp/Telp: 0822-4551-1510
Kami berharap program ini dapat membantu peserta memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas pelaksanaan pekerjaan, memperjelas proses kerja, serta memperkuat koordinasi dan efektivitas kegiatan di lingkungan organisasi. Dengan penerapan kompetensi yang tepat dalam pekerjaan, program ini diharapkan dapat mendukung proses kerja yang lebih terstruktur, efektif, mudah dimonitor, serta berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Penapelatihan.id berfokus pada pengembangan kompetensi profesional dan penguatan implementasi kerja organisasi
