Pelatihan Treasury Management 2026: Strategi Mengelola Likuiditas, Cash Management, dan Risiko Keuangan untuk Memperkuat Stabilitas dan Kinerja Perusahaan
Pelatihan Treasury Management 2026 untuk memperkuat likuiditas, cash management, dan tata kelola keuangan
Deskripsi Pelatihan
Pelatihan Treasury Management 2026: Strategi Mengelola Likuiditas, Cash Management, dan Risiko Keuangan untuk Memperkuat Stabilitas dan Kinerja Perusahaan disusun untuk membantu organisasi membangun fungsi treasury yang mampu menjaga kelancaran arus kas, memenuhi kebutuhan pendanaan operasional, serta mengelola berbagai risiko keuangan secara lebih terstruktur. Program ini relevan bagi BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta yang menghadapi dinamika bisnis, perubahan kondisi pasar, serta tuntutan tata kelola keuangan yang semakin tinggi.
Dalam praktik sehari-hari, pengelolaan kas tidak hanya berkaitan dengan memastikan saldo rekening tetap tersedia. Unit treasury harus mampu memperkirakan kebutuhan likuiditas, mengoordinasikan arus kas masuk dan keluar, mengelola hubungan dengan perbankan, memastikan pembayaran berjalan tepat waktu, serta mendukung keputusan pendanaan maupun investasi jangka pendek. Ketika aktivitas tersebut masih berjalan secara parsial atau bergantung pada kebiasaan masing-masing unit, organisasi akan lebih sulit menjaga keseimbangan antara likuiditas, efisiensi penggunaan dana, dan pengendalian risiko.
Perubahan suku bunga, volatilitas nilai tukar, fluktuasi kebutuhan modal kerja, percepatan siklus pembayaran, hingga meningkatnya tuntutan transparansi pelaporan membuat fungsi treasury tidak lagi sekadar menjalankan aktivitas administratif. Treasury perlu menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan keuangan dengan menyediakan proyeksi kebutuhan dana, menjaga ketersediaan kas pada waktu yang tepat, serta mendukung keberlangsungan operasi perusahaan melalui pengelolaan likuiditas yang lebih terencana.
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan implementatif yang menghubungkan konsep treasury management dengan kondisi operasional perusahaan. Peserta akan mempelajari bagaimana membangun proses kerja treasury yang lebih terstruktur, memperkuat koordinasi lintas fungsi, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola cash management, likuiditas, dan risiko keuangan agar selaras dengan kebutuhan bisnis serta praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Ruang Lingkup Pelatihan Treasury Management
Pelatihan ini membahas ruang lingkup pengelolaan treasury secara menyeluruh sebagai fungsi strategis yang mendukung stabilitas keuangan perusahaan. Fokus pembelajaran tidak hanya pada aktivitas operasional pengelolaan kas, tetapi juga pada bagaimana fungsi treasury mendukung kelancaran proses bisnis melalui pengelolaan likuiditas, perencanaan kebutuhan dana, pengendalian risiko keuangan, serta pengambilan keputusan yang selaras dengan arah bisnis perusahaan.
Materi mencakup praktik cash management, cash flow forecasting, working capital management, pengelolaan hubungan dengan perbankan (bank relationship management), strategi pendanaan jangka pendek, pengelolaan investasi kas sementara, hingga penerapan treasury governance framework yang mendukung pengendalian internal. Peserta juga akan mempelajari penerapan liquidity planning, treasury policy, counterparty risk management, serta prinsip pengelolaan risiko suku bunga dan risiko nilai tukar sesuai kebutuhan organisasi.
Program ini dirancang bagi organisasi yang memiliki aktivitas pengelolaan kas, pembayaran, penerimaan, pendanaan, maupun transaksi keuangan yang melibatkan berbagai unit kerja. Oleh karena itu, ruang lingkup pelatihan tidak terbatas pada divisi treasury, tetapi juga mencakup keterkaitan fungsi treasury dengan keuangan, akuntansi, anggaran, pengadaan, perpajakan, bisnis, hingga manajemen perusahaan agar tercipta operating model yang lebih terintegrasi dan mendukung stakeholder alignment dalam pengelolaan likuiditas perusahaan.
Pembahasan juga diarahkan pada penguatan capability building melalui studi kasus dan praktik yang mengacu pada best practice treasury management. Peserta akan memahami bagaimana menyusun pendekatan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik perusahaan, tingkat treasury maturity, kompleksitas transaksi, struktur pendanaan, maupun kebutuhan pengembangan tata kelola keuangan secara berkelanjutan.
Tantangan & Akar Penyebab Implementasi
Banyak organisasi telah memiliki prosedur pengelolaan kas dan pembayaran, namun aktivitas treasury masih berjalan sebagai fungsi administratif yang berfokus pada penyelesaian transaksi harian. Akibatnya, perhatian lebih banyak diarahkan pada penyelesaian kebutuhan jangka pendek dibandingkan penyusunan proyeksi kebutuhan likuiditas yang mampu mendukung keputusan bisnis secara lebih terencana.
Koordinasi antarunit sering menjadi tantangan tersendiri. Informasi mengenai rencana pengeluaran, penerimaan, kebutuhan investasi, jadwal pembayaran, maupun perubahan proyek sering berasal dari berbagai fungsi yang bekerja dengan prioritas berbeda. Ketika mekanisme komunikasi belum berjalan secara konsisten, unit treasury kesulitan memperoleh gambaran kondisi kas yang mencerminkan kebutuhan operasional perusahaan secara menyeluruh.
Tantangan lainnya muncul ketika proses pengelolaan treasury masih bergantung pada spreadsheet yang dikembangkan masing-masing individu, pengalaman personel tertentu, atau prosedur yang belum terdokumentasi secara memadai. Kondisi tersebut menyebabkan proses validasi, rekonsiliasi, maupun penyusunan proyeksi membutuhkan waktu lebih lama dan menghasilkan kualitas informasi yang tidak selalu konsisten ketika terjadi pergantian personel atau perubahan proses bisnis.
Pada sisi pengelolaan risiko, masih banyak organisasi yang menangani perubahan suku bunga, fluktuasi nilai tukar, maupun kebutuhan pendanaan secara reaktif setelah kondisi pasar berubah. Pendekatan seperti ini umumnya terjadi karena belum tersedianya kerangka kerja treasury yang mengintegrasikan perencanaan likuiditas, identifikasi eksposur keuangan, batas kewenangan pengambilan keputusan, serta mekanisme evaluasi yang dilakukan secara berkala.
Akar penyebab dari berbagai kondisi tersebut umumnya bukan semata-mata keterbatasan sumber daya, melainkan belum terbentuknya tata kelola treasury yang menyatukan proses, kompetensi, standar kerja, dan koordinasi lintas fungsi dalam satu mekanisme yang konsisten. Tanpa kerangka implementasi yang jelas, setiap unit cenderung menjalankan aktivitas berdasarkan kebutuhan masing-masing sehingga fungsi treasury lebih banyak bereaksi terhadap perubahan daripada mengantisipasinya sejak awal.
Risiko Jika Tidak Ditangani
Produktivitas & Efisiensi Biaya. Pengelolaan likuiditas yang tidak terencana berpotensi meningkatkan biaya pendanaan jangka pendek, memunculkan saldo kas menganggur (idle cash) yang tidak produktif, serta menyebabkan pemborosan akibat keputusan penggunaan dana yang kurang optimal.
Kualitas Keputusan Keuangan. Ketika proyeksi arus kas dan kebutuhan pendanaan tidak disusun secara memadai, keputusan terkait investasi kas, pinjaman, maupun alokasi dana berisiko dilakukan berdasarkan asumsi yang kurang lengkap sehingga mengurangi fleksibilitas perusahaan dalam merespons perubahan kondisi bisnis.
Kepatuhan & Governance. Pengelolaan treasury yang belum memiliki kebijakan, otorisasi, dan pengendalian yang jelas dapat meningkatkan risiko ketidaksesuaian terhadap kebijakan internal, persyaratan audit, maupun ketentuan regulator yang mengatur aktivitas keuangan perusahaan.
Reputasi & Kepercayaan Stakeholder. Gangguan dalam pemenuhan kewajiban pembayaran kepada vendor, kreditur, atau mitra bisnis dapat memengaruhi tingkat kepercayaan stakeholder serta memperlemah posisi perusahaan dalam menjalin hubungan bisnis maupun memperoleh fasilitas pendanaan.
Keberlanjutan Operasional. Ketergantungan terhadap individu tertentu dalam menjalankan fungsi treasury meningkatkan risiko terputusnya proses ketika terjadi rotasi pegawai, perubahan organisasi, atau peningkatan volume transaksi yang memerlukan koordinasi lebih kompleks.
Perubahan Lingkungan Kerja dan Kebutuhan Kompetensi Treasury Management
Fungsi treasury berkembang seiring meningkatnya tuntutan tata kelola keuangan, digitalisasi layanan perbankan, serta perubahan praktik pengelolaan likuiditas di berbagai sektor industri. Pemanfaatan host-to-host banking, virtual account, API banking, hingga penerapan real-time payment membuat pengelolaan kas tidak lagi hanya berorientasi pada pencatatan transaksi, tetapi juga pada kemampuan mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif dalam lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Di sisi lain, organisasi juga menghadapi ekspektasi yang lebih tinggi terhadap transparansi, pengendalian internal, dan tata kelola keuangan yang mengacu pada praktik profesional yang diakui secara luas, seperti yang dipromosikan oleh Association of Corporate Treasurers (ACT).
Perubahan tersebut mendorong organisasi untuk menyesuaikan cara kerja lintas fungsi agar pengelolaan likuiditas, pendanaan, dan aktivitas treasury dapat berjalan lebih selaras dengan kebutuhan bisnis serta perkembangan sistem keuangan perusahaan. Seiring meningkatnya kompleksitas tersebut, organisasi memerlukan penguatan kompetensi yang memungkinkan setiap pihak terkait mampu beradaptasi dengan pendekatan kerja yang terus berkembang, menjaga konsistensi implementasi, dan mendukung pengelolaan treasury yang semakin terstruktur sesuai kebutuhan organisasi.
Hasil yang Diharapkan Organisasi
- Terbangunnya proses pengelolaan likuiditas yang lebih terencana sehingga kebutuhan operasional perusahaan dapat didukung secara lebih konsisten.
- Meningkatnya kemampuan organisasi dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan kas, efisiensi penggunaan dana, dan kebutuhan pendanaan bisnis.
- Terwujudnya koordinasi yang lebih efektif antara fungsi treasury, keuangan, akuntansi, bisnis, pengadaan, serta manajemen dalam mendukung pengelolaan arus kas perusahaan.
- Meningkatnya kualitas tata kelola treasury melalui proses kerja yang lebih terdokumentasi, terstandarisasi, dan selaras dengan kebijakan perusahaan.
- Terbentuknya budaya pengelolaan risiko keuangan yang lebih proaktif sehingga perusahaan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun kebutuhan bisnis.
Tujuan & Kompetensi yang Dikembangkan
- Memahami peran strategis Treasury Management dalam mendukung stabilitas keuangan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
- Menyusun Liquidity Management Framework yang selaras dengan kebutuhan operasional dan strategi perusahaan.
- Mengembangkan kemampuan melakukan Cash Flow Forecasting untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
- Menerapkan prinsip Cash Management dalam mengoptimalkan penerimaan, pembayaran, serta pengelolaan saldo kas perusahaan.
- Memahami penerapan Working Capital Management untuk meningkatkan efisiensi penggunaan modal kerja.
- Mengelola hubungan dengan perbankan melalui pendekatan Bank Relationship Management yang mendukung kebutuhan operasional maupun pendanaan.
- Mengidentifikasi dan mengevaluasi eksposur Foreign Exchange Risk, Interest Rate Risk, dan risiko keuangan lainnya sebagai bagian dari Enterprise Risk Management.
- Menyusun Treasury Policy, struktur otorisasi, serta governance framework yang mendukung pengendalian internal.
- Menerapkan prinsip Liquidity Planning, Funding Strategy, dan pengelolaan investasi kas jangka pendek sesuai kebutuhan perusahaan.
- Menggunakan Key Treasury Performance Indicators (KTPI) sebagai dasar evaluasi kinerja fungsi treasury.
- Mengembangkan treasury operating model yang mendukung stakeholder alignment, continuous improvement, dan peningkatan treasury maturity level.
Manfaat Pelatihan
- Membantu peserta memahami hubungan antara aktivitas treasury dengan kelangsungan operasional perusahaan.
- Meningkatkan kemampuan menyusun proyeksi kebutuhan kas yang lebih sistematis sesuai kondisi bisnis.
- Memperkuat kemampuan mengelola arus kas masuk dan arus kas keluar secara lebih terstruktur.
- Membantu peserta mengenali potensi risiko keuangan sebelum berkembang menjadi permasalahan operasional.
- Meningkatkan kemampuan melakukan koordinasi dengan unit bisnis, keuangan, akuntansi, maupun perbankan dalam proses pengelolaan treasury.
- Membantu unit kerja mengurangi ketergantungan terhadap praktik kerja yang masih bersifat individual dan tidak terdokumentasi.
- Menyediakan pendekatan praktis dalam menyusun kebijakan dan prosedur treasury yang dapat diterapkan sesuai karakteristik organisasi.
- Meningkatkan pemahaman mengenai praktik pengelolaan likuiditas berdasarkan kebutuhan perusahaan, bukan hanya berdasarkan kebiasaan operasional.
- Membantu peserta menyiapkan langkah implementasi yang lebih realistis melalui studi kasus, latihan berbasis workflow, dan pembahasan praktik terbaik.
- Menjadi bekal bagi organisasi untuk memperkuat tata kelola treasury sebagai bagian dari penguatan fungsi keuangan perusahaan.
Sasaran Peserta & Unit Kerja
Pelatihan ini ditujukan bagi organisasi yang ingin memperkuat fungsi treasury sebagai bagian dari tata kelola keuangan perusahaan. Program relevan bagi pengambil keputusan, pengelola keuangan, maupun unit pendukung yang terlibat dalam perencanaan kebutuhan dana, pengelolaan arus kas, pembayaran, pendanaan, hubungan dengan perbankan, serta pengendalian risiko keuangan sehingga implementasi treasury dapat berjalan secara terintegrasi di seluruh organisasi.
| Level/Fungsi Peserta | Peran dalam Implementasi |
|---|---|
| Direktur Keuangan, CFO, General Manager Finance, Kepala Divisi Keuangan | Menetapkan arah kebijakan treasury, menentukan strategi likuiditas, memastikan keselarasan pengelolaan kas dengan sasaran bisnis perusahaan, serta memperkuat governance treasury. |
| Manager Treasury, Manager Finance, Manager Accounting, Manager Corporate Finance | Mengoordinasikan implementasi treasury, menyusun cash flow planning, mengelola kebutuhan pendanaan, hubungan dengan perbankan, serta memastikan pelaksanaan treasury policy. |
| Supervisor Treasury, Supervisor Finance, Koordinator Cash Management, Team Leader Treasury | Mengawal proses operasional treasury, melakukan validasi transaksi, memonitor posisi kas, mengoordinasikan kebutuhan dana antarunit, dan memastikan prosedur berjalan sesuai standar. |
| Staf Treasury, Finance Officer, Cash Management Officer, Accounting Officer, Corporate Finance Analyst, Financial Analyst | Melaksanakan aktivitas teknis treasury mulai dari penyusunan proyeksi kas, pengelolaan pembayaran dan penerimaan, rekonsiliasi, monitoring saldo kas, hingga penyusunan laporan treasury. |
Materi Pelatihan
Klaster 1 – Fondasi Treasury Management dan Perencanaan Likuiditas
- Memahami peran strategis Treasury Management dalam mendukung stabilitas keuangan dan keberlangsungan operasional perusahaan.
- Menyelaraskan tujuan fungsi treasury dengan sasaran bisnis, strategi perusahaan, dan kebutuhan pengelolaan modal kerja.
- Mengidentifikasi kebutuhan operasional yang memengaruhi arus kas, kebutuhan pendanaan, dan pengelolaan likuiditas.
- Menentukan Key Treasury Performance Indicators (KTPI) sebagai ukuran keberhasilan pengelolaan treasury.
- Mengidentifikasi sumber informasi yang digunakan dalam penyusunan Cash Flow Forecasting dan Liquidity Planning.
Klaster 2 – Praktik Inti Cash Management dan Pengelolaan Risiko Keuangan
- Menyusun proses Cash Flow Forecasting jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
- Mengelola Cash Management untuk mengoptimalkan penerimaan, pembayaran, dan posisi kas perusahaan.
- Menerapkan Working Capital Management dalam mendukung efisiensi penggunaan dana operasional.
- Melakukan validasi asumsi proyeksi kas serta rekonsiliasi antara rencana dan realisasi.
- Mengelola hubungan dengan perbankan melalui Bank Relationship Management.
- Mengidentifikasi eksposur Foreign Exchange Risk, Interest Rate Risk, Liquidity Risk, dan Counterparty Risk.
Klaster 3 – Pengambilan Keputusan Treasury dan Implementasi Organisasi
- Mengevaluasi alternatif sumber pendanaan sesuai kebutuhan likuiditas perusahaan.
- Menyusun strategi penempatan dana jangka pendek berdasarkan kebutuhan operasional dan profil risiko perusahaan.
- Menyusun Treasury Policy, struktur kewenangan, limit transaksi, dan mekanisme pengendalian internal.
- Mengembangkan framework pengambilan keputusan treasury berbasis kondisi bisnis dan kebutuhan kas.
- Membangun koordinasi antara treasury, finance, accounting, procurement, business unit, serta manajemen perusahaan.
- Menyusun roadmap implementasi penguatan fungsi treasury sesuai tingkat maturity organisasi.
Klaster 4 – Monitoring Kinerja dan Continuous Improvement
- Memonitor efektivitas pengelolaan likuiditas menggunakan indikator treasury yang relevan.
- Melakukan evaluasi terhadap penyimpangan proyeksi dan realisasi arus kas sebagai dasar perbaikan proses.
- Menyusun rekomendasi peningkatan operating model treasury berdasarkan hasil evaluasi dan praktik terbaik.
- Membangun mekanisme Continuous Improvement untuk meningkatkan kapabilitas treasury secara berkelanjutan.
Metode Pelatihan & Implementasi Kerja
- Interactive Workshop. Penyampaian konsep Treasury Management dipadukan dengan pembahasan praktik pengelolaan likuiditas, cash management, dan risiko keuangan yang umum dihadapi BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta.
- Case Study & Business Discussion. Peserta menganalisis studi kasus mengenai perencanaan likuiditas, proyeksi arus kas, pengelolaan kebutuhan pendanaan, hubungan dengan perbankan, serta pengambilan keputusan treasury berdasarkan kondisi bisnis yang berbeda.
- Workflow-Based Exercise. Peserta berlatih menyusun proses kerja treasury mulai dari identifikasi kebutuhan kas, penyusunan cash flow forecasting, evaluasi alternatif pendanaan, hingga penyusunan rekomendasi implementasi yang dapat diterapkan di organisasi masing-masing.
- Group Discussion & Best Practice Review. Peserta mendiskusikan tantangan implementasi treasury di lingkungan kerja, membandingkan praktik yang telah berjalan dengan best practice, serta mengidentifikasi peluang perbaikan yang realistis sesuai karakteristik perusahaan.
- Action Plan Implementation. Di akhir pelatihan, peserta menyusun rencana tindak lanjut yang berisi prioritas implementasi, penyesuaian proses kerja, serta langkah awal penguatan fungsi treasury agar dapat diterapkan secara bertahap setelah pelatihan selesai.
Skema Pelaksanaan Program
| Komponen | Informasi |
|---|---|
| Pendekatan Pembelajaran | Interactive workshop, studi kasus, diskusi implementasi, latihan berbasis workflow treasury, simulasi cash management, serta pembahasan praktik terbaik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. |
| Output yang Dibawa Pulang Peserta | Action plan implementasi, template cash flow forecasting, contoh treasury policy, checklist pengelolaan likuiditas, kerangka evaluasi treasury, serta bahan referensi penerapan di lingkungan kerja. |
| Adaptasi Materi | Materi dapat disesuaikan dengan karakteristik industri, kompleksitas transaksi, proses bisnis, struktur organisasi, serta tingkat kematangan fungsi treasury peserta. |
| Durasi | [DURASI — mis. 2 hari / 16 JP] |
| Mode Pelaksanaan | [MODE — offline / online / hybrid] |
| Lokasi | [LOKASI PELATIHAN – Menyesuaikan kebutuhan organisasi peserta] |
| Fasilitas | [FASILITAS — modul, sertifikat, konsumsi, dll] |
| Investasi | [HARGA / hubungi tim kami untuk penawaran] |
FAQ
Apa yang dimaksud dengan Treasury Management?
Treasury Management adalah fungsi yang mengelola likuiditas, arus kas, pendanaan, investasi jangka pendek, serta risiko keuangan agar perusahaan mampu memenuhi kebutuhan operasional sekaligus menjaga stabilitas keuangan.
Mengapa Treasury Management penting bagi BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta?
Karena pengelolaan kas yang baik membantu organisasi menjaga kelancaran operasional, mengoptimalkan penggunaan dana, mengurangi risiko keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih terencana.
Apa perbedaan Treasury Management dengan Financial Management?
Financial Management mencakup pengelolaan keuangan perusahaan secara menyeluruh, sedangkan Treasury Management berfokus pada pengelolaan likuiditas, cash management, pendanaan, hubungan dengan perbankan, dan risiko keuangan.
Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
Pelatihan ini sesuai bagi pimpinan keuangan, manager treasury, manager finance, accounting, corporate finance, financial analyst, treasury officer, maupun unit lain yang terlibat dalam pengelolaan arus kas dan pendanaan.
Apakah pelatihan ini cocok bagi organisasi yang belum memiliki unit treasury khusus?
Ya. Materi dapat diterapkan pada organisasi yang fungsi treasury masih menjadi bagian dari divisi keuangan sehingga peserta dapat membangun proses kerja yang lebih terstruktur sesuai kondisi perusahaan.
Apakah pembahasan mencakup Cash Flow Forecasting?
Ya. Peserta mempelajari penyusunan proyeksi arus kas, identifikasi kebutuhan likuiditas, serta penggunaan hasil proyeksi sebagai dasar perencanaan treasury.
Apakah materi membahas pengelolaan risiko keuangan?
Ya. Pelatihan membahas pengelolaan risiko yang berkaitan dengan likuiditas, suku bunga, nilai tukar, serta hubungan dengan pihak perbankan dan mitra pendanaan.
Apakah pelatihan ini lebih banyak teori atau praktik?
Pelatihan menggabungkan penjelasan konsep dengan studi kasus, diskusi implementasi, latihan berbasis workflow, dan penyusunan rencana tindak lanjut agar materi lebih mudah diterapkan.
Bagaimana organisasi dapat menerapkan hasil pelatihan setelah program selesai?
Penerapan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan action plan, penyesuaian prosedur treasury, penguatan koordinasi lintas fungsi, dan evaluasi berkala sesuai kebutuhan organisasi.
Apakah materi dapat disesuaikan dengan karakteristik industri tertentu?
Ya. Materi dapat disesuaikan dengan sektor industri, model bisnis, kompleksitas transaksi, kebijakan internal, maupun kebutuhan operasional masing-masing organisasi.
Apakah pelatihan ini membahas penyusunan Treasury Policy?
Ya. Peserta memperoleh pemahaman mengenai komponen utama Treasury Policy, struktur kewenangan, pengendalian internal, dan tata kelola yang mendukung implementasi treasury secara konsisten.
Output apa yang diharapkan setelah peserta mengikuti pelatihan ini?
Peserta diharapkan memiliki kerangka kerja yang lebih sistematis dalam mengelola likuiditas, menyusun proyeksi arus kas, mengendalikan risiko keuangan, serta menyiapkan langkah implementasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Daftar Kota Pelaksanaan
Program Pelatihan Treasury Management 2026: Strategi Mengelola Likuiditas, Cash Management, dan Risiko Keuangan untuk Memperkuat Stabilitas dan Kinerja Perusahaan dapat diselenggarakan dalam bentuk public training, in house training, corporate training, maupun executive workshop. Program dirancang secara fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebijakan treasury, struktur organisasi, kompleksitas transaksi, serta kebutuhan implementasi di BUMN, BUMD, holding company, anak perusahaan, perusahaan swasta, maupun berbagai sektor industri.
Pembelajaran difokuskan pada penerapan praktik Treasury Management dalam konteks operasional perusahaan. Peserta akan mendiskusikan pendekatan yang dapat digunakan untuk memperkuat pengelolaan likuiditas, menyusun cash flow forecasting yang lebih andal, mengoptimalkan cash management, mendukung pengambilan keputusan pendanaan jangka pendek, memperkuat hubungan dengan perbankan, serta menyelaraskan aktivitas treasury dengan kebutuhan bisnis dan tata kelola perusahaan tanpa mengulang pembahasan yang telah dijelaskan pada bagian materi pelatihan.
- Jakarta
- Bandung
- Surabaya
- Semarang
- Yogyakarta
- Malang
- Medan
- Makassar
- Denpasar
- Lombok
- Palembang
- Balikpapan
- Batam
- Samarinda
- Manado
- Pekanbaru
Mengapa Pelatihan Treasury Management Penting bagi Organisasi?
Perusahaan saat ini dituntut menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas operasional, efisiensi penggunaan kas, serta kesiapan menghadapi perubahan kondisi pasar keuangan. Perubahan suku bunga, fluktuasi nilai tukar, digitalisasi layanan perbankan, dan meningkatnya ekspektasi terhadap tata kelola keuangan membuat fungsi treasury memiliki peran yang semakin strategis dalam menjaga kesinambungan aktivitas bisnis.
Di banyak organisasi, keputusan terkait penempatan dana, kebutuhan pendanaan jangka pendek, maupun pengelolaan arus kas melibatkan berbagai fungsi bisnis yang saling berkaitan. Oleh karena itu, organisasi membutuhkan pendekatan treasury yang mampu mendukung pengelolaan likuiditas secara lebih terencana, memberikan dasar yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan keuangan, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan efisiensi penggunaan sumber daya keuangan.
Program ini dirancang untuk membantu organisasi memperkuat kapabilitas treasury melalui pendekatan yang berorientasi pada implementasi. Pembahasan tidak hanya berfokus pada konsep, tetapi juga pada bagaimana praktik Treasury Management dapat diadaptasi sesuai karakteristik perusahaan, kebijakan internal, serta dinamika bisnis yang dihadapi masing-masing organisasi.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, organisasi memiliki landasan yang lebih baik untuk membangun fungsi treasury yang konsisten, mendukung stabilitas keuangan perusahaan, meningkatkan kualitas pengelolaan kas, serta memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan bisnis di masa mendatang.
Akses Informasi Program
- 📄 Ajukan Proposal Pelatihan — Konsultasikan kebutuhan public training, in house training, corporate training, executive workshop, maupun program Treasury Management yang disesuaikan dengan struktur organisasi, proses bisnis, dan kebutuhan implementasi perusahaan.
- 📅 Lihat Jadwal & Biaya Pelatihan — Dapatkan informasi mengenai jadwal pelaksanaan, pilihan kota, metode pembelajaran, serta skema penyelenggaraan yang fleksibel sesuai kebutuhan organisasi.
- 📚 Jelajahi Program Pelatihan — Temukan berbagai program pengembangan kompetensi di bidang corporate finance, treasury management, financial management, risk management, governance, audit, accounting, business planning, serta bidang profesional lainnya.
📌 Untuk memperoleh informasi program, konsultasi kebutuhan pelatihan, permintaan proposal, maupun penyelenggaraan in house training, silakan menghubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan organisasi Anda.
✉️ Email: info@penapelatihan.id
📞 WhatsApp/Telp: 0822-4551-1510
Melalui pelatihan ini, organisasi memperoleh kesempatan untuk memperkuat kesiapan fungsi treasury dalam mendukung pengelolaan likuiditas yang lebih terencana, memperbaiki kualitas perencanaan kas, meningkatkan konsistensi tata kelola treasury, serta membangun fondasi pengelolaan keuangan yang mampu mendukung stabilitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Penapelatihan.id mendukung pengembangan kompetensi profesional, peningkatan kualitas SDM, penguatan tata kelola, transformasi bisnis, optimalisasi proses kerja, serta peningkatan kinerja organisasi di berbagai sektor industri di Indonesia



