penapelatihan.id

🔵 Bimtek Pemerintah & ASN   •   Pelatihan BUMN & BUMD   •   Corporate Training & Industry   •   Academic, Research & Development   •   Program Kompetensi 2026   •  Pelatihan implementatif untuk SPBE, SIPD, Pengadaan, Leadership, AI, GRC, Asset Management, dan Metodologi Penelitian
Office : 18 Office Park Building, 21th Floor Unit C Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu Jakarta Selatan, 12520
Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Bimtek Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 – Strategi Profesional & Panduan Lengkap

Bimtek Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 – Strategi Profesional & Panduan Lengkap 

Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 – Landasan Strategis untuk Pemerintah Daerah

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana tertinggi di dunia. Letak geografis pada pertemuan tiga lempeng besar dunia, kondisi geologi yang kompleks, serta perubahan iklim yang semakin ekstrem membuat berbagai daerah di Indonesia menghadapi ancaman serius. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, hingga kebakaran hutan, semuanya menuntut kesiapan sistemik dari pemerintah daerah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pemerintah daerah yang belum memiliki kajian risiko bencana secara menyeluruh, terukur, dan sesuai dengan regulasi terkini. Kondisi ini menimbulkan masalah mendasar, yaitu lemahnya dasar perencanaan pembangunan dan keterbatasan strategi mitigasi yang dapat meningkatkan kerentanan masyarakat.

Di sinilah urgensi penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 menjadi semakin nyata. Pemerintah pusat melalui regulasi terbaru terus menegaskan kewajiban pemerintah daerah untuk menyusun dokumen kajian risiko sebagai dasar penyusunan rencana penanggulangan bencana, rencana pembangunan jangka menengah, hingga integrasi ke dalam tata ruang wilayah. Tanpa adanya kajian yang akurat, perencanaan akan bersifat reaktif, bukan preventif. Hal ini berdampak pada kerugian sosial, ekonomi, bahkan hilangnya nyawa. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperlihatkan bahwa rata-rata kerugian akibat bencana di Indonesia setiap tahunnya mencapai triliunan rupiah, dan sebagian besar sebenarnya dapat diminimalisasi dengan perencanaan yang berbasis kajian risiko.

Problem: Kesenjangan Kapasitas Daerah dalam Kajian Risiko

Salah satu persoalan utama adalah kesenjangan kapasitas pemerintah daerah dalam memahami metodologi penyusunan kajian risiko. Banyak tim teknis di daerah yang masih menganggap kajian risiko sebagai dokumen administratif semata, padahal sesungguhnya merupakan instrumen strategis yang menentukan arah pembangunan dan kebijakan. Keterbatasan pemahaman mengenai sumber data, teknik pemetaan, metode analisis bahaya, serta cara mengintegrasikan hasil kajian ke dalam dokumen perencanaan menjadikan banyak kajian bersifat copy-paste atau hanya formalitas. Hasilnya, dokumen tidak dapat digunakan sebagai acuan praktis ketika bencana terjadi.

Selain itu, terdapat persoalan regulasi yang terus berkembang. Peraturan terbaru mengharuskan adanya penyesuaian terhadap standar analisis, sistem informasi, serta mekanisme pelaporan yang transparan dan akuntabel. Jika pemerintah daerah tidak segera melakukan pembaruan terhadap dokumen kajian risiko, maka akan berimplikasi pada evaluasi kinerja, potensi pemotongan anggaran, hingga menurunnya kepercayaan publik. Situasi ini semakin mendesak pada tahun 2025, ketika banyak program pembangunan daerah dituntut untuk berorientasi pada pengurangan risiko bencana.

Solusi: Bimtek Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir program Bimtek Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 – Strategi Profesional & Panduan Lengkap. Program ini dirancang sebagai solusi komprehensif yang tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menyusun dokumen kajian risiko yang sesuai standar nasional maupun internasional. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai kerangka regulasi terbaru, pendekatan berbasis data, serta teknik pemetaan risiko menggunakan perangkat teknologi terkini.

Bimtek ini menekankan pendekatan human-centered, di mana masyarakat ditempatkan sebagai pusat perhatian dalam analisis risiko. Artinya, kajian tidak hanya melihat ancaman fisik bencana, tetapi juga mempertimbangkan kerentanan sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Dengan demikian, hasil dokumen tidak hanya relevan bagi perencanaan teknis, melainkan juga dapat dipahami oleh pemangku kepentingan lintas sektor. Strategi profesional yang ditawarkan menjadikan pelatihan ini sebagai sarana penting untuk membangun kapasitas ASN, perangkat daerah, hingga mitra pembangunan.

Urgensi: Regulasi, Transparansi, dan Akuntabilitas

Urgensi mengikuti pelatihan ini tidak dapat diabaikan. Regulasi terbaru menuntut pemerintah daerah untuk lebih akuntabel dan transparan dalam pengelolaan risiko bencana. Tanpa dokumen kajian yang memadai, sulit bagi daerah untuk menunjukkan akuntabilitas publik. Selain itu, pemerintah pusat mulai menekankan prinsip build back better dalam setiap proses rehabilitasi dan rekonstruksi, yang memerlukan data kajian risiko sebagai landasan utama. Dengan mengikuti Bimtek Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025, peserta tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga memperkuat posisi daerah dalam menghadapi evaluasi nasional.

Aspek urgensi lainnya adalah kebutuhan akan transparansi dalam pengambilan keputusan. Publik semakin kritis terhadap penggunaan anggaran daerah, terutama pada program yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Kajian risiko yang disusun secara profesional akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, karena keputusan pembangunan dapat dijelaskan dengan basis data yang jelas dan terbuka. Dengan kata lain, dokumen kajian risiko bukan sekadar formalitas, melainkan alat komunikasi yang menjembatani pemerintah dan masyarakat.

Pendekatan Praktis & Evidence-Based

Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 ini juga menekankan pendekatan praktis berbasis bukti (evidence-based) yang memanfaatkan data spasial, analisis statistik, serta pengalaman lapangan. Peserta akan diajak memahami bagaimana mengumpulkan data primer dan sekunder, menggunakan perangkat lunak pemetaan, serta menyusun analisis skenario bencana. Selain itu, metode simulasi dan studi kasus akan membantu peserta menguasai keterampilan yang dapat langsung diterapkan di daerah masing-masing. Tidak hanya berhenti pada teori, tetapi benar-benar menghasilkan dokumen yang dapat dioperasionalkan.

Sebagai tambahan, penyusunan kajian risiko juga erat kaitannya dengan tata ruang wilayah. Setiap rencana tata ruang harus mengacu pada potensi ancaman bencana agar pembangunan tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari. Pelatihan ini memastikan peserta mampu mengintegrasikan hasil kajian ke dalam dokumen RTRW dan RPJMD secara sistematis. Dengan begitu, pembangunan di daerah menjadi lebih aman, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip pengurangan risiko bencana.

Perspektif Global dan Referensi Akademik

Kajian risiko bencana tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga bagian dari agenda global seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana. Melalui pelatihan ini, peserta juga akan diajak memahami konteks internasional agar dokumen yang disusun selaras dengan praktik terbaik global. Pendekatan ini memperkuat posisi daerah di mata mitra internasional dan membuka peluang kolaborasi dengan lembaga donor atau akademisi. Sebagai informasi tambahan, Anda dapat membaca tentang bencana alam untuk memperkaya perspektif awal sebelum mengikuti pelatihan.

Pada akhirnya, penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan strategis bagi setiap pemerintah daerah. Dengan mengikuti Bimtek ini, peserta akan dibekali strategi profesional, panduan lengkap, serta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Jangan biarkan daerah Anda tertinggal dalam hal akuntabilitas dan transparansi. Kini saatnya mengambil langkah nyata untuk memastikan pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Lanjutkan membaca untuk memahami lebih dalam bagaimana pelatihan ini dapat membantu Anda dan daerah Anda dalam menghadapi tantangan 2025.

Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025
Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Tujuan Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Pelatihan ini disusun dengan tujuan yang jelas, terukur, dan relevan untuk mendukung peningkatan kapasitas ASN, pejabat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan. Tujuan berikut mengacu pada kebutuhan nyata di lapangan serta tuntutan regulasi terbaru.

  1. Meningkatkan pemahaman ASN dan pejabat daerah mengenai penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 sesuai standar nasional dan internasional.
  2. Memberikan keterampilan teknis dalam mengidentifikasi ancaman, kerentanan, dan kapasitas daerah secara sistematis menggunakan metode analisis risiko.
  3. Melatih peserta menyusun dokumen kajian risiko yang akurat dan dapat dijadikan dasar perencanaan pembangunan daerah, termasuk integrasi ke RPJMD dan RTRW.
  4. Memperkuat kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi pemetaan dan data spasial, sehingga hasil kajian lebih aplikatif.
  5. Mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan berbasis kajian risiko yang kredibel dan terukur.
  6. Menyiapkan pejabat daerah agar mampu merespons evaluasi kinerja dari pemerintah pusat terkait kesiapan menghadapi bencana di tahun 2025.
  7. Menghubungkan hasil kajian risiko dengan strategi pembangunan berkelanjutan, selaras dengan pengurangan risiko bencana global.
  8. Menyediakan contoh praktik terbaik dari daerah lain sebagai referensi peserta dalam menerapkan hasil kajian secara lokal.
  9. Membangun kepercayaan publik melalui dokumen risiko bencana yang valid, sehingga kebijakan daerah mendapat legitimasi kuat.

Materi Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Materi pelatihan dirancang komprehensif, terstruktur, dan aplikatif, mencakup teori, praktik, serta penggunaan alat bantu digital. Dengan cakupan materi berikut, peserta akan siap menyusun dokumen kajian risiko bencana yang profesional.

1. Regulasi dan Kebijakan Terkait

  • Pengenalan regulasi terbaru yang mengatur kewajiban penyusunan kajian risiko bencana daerah.
  • Integrasi kebijakan nasional dengan peraturan daerah untuk memastikan kepatuhan.

2. Konsep Dasar Risiko Bencana

  • Pemahaman mengenai ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko.
  • Studi kasus kebencanaan di Indonesia sebagai gambaran nyata.

3. Metodologi Penyusunan Kajian Risiko

  • Tahapan pengumpulan data primer dan sekunder.
  • Analisis bahaya dan kerentanan sosial-ekonomi.

4. Pemanfaatan Data Spasial

  • Penggunaan perangkat lunak pemetaan (GIS).
  • Integrasi data spasial dengan dokumen perencanaan daerah.

5. Analisis Skenario Bencana

  • Metode simulasi untuk memprediksi dampak bencana.
  • Strategi mitigasi berbasis skenario.

6. Integrasi dengan Tata Ruang dan RPJMD

  • Cara menghubungkan hasil kajian risiko dengan RTRW.
  • Penyesuaian dokumen RPJMD agar responsif terhadap risiko bencana.

7. Strategi Akuntabilitas dan Transparansi

  • Mekanisme pelaporan publik berbasis kajian risiko.
  • Peningkatan kepercayaan masyarakat melalui data terbuka.

8. Studi Kasus Daerah

  • Pemaparan praktik terbaik dari daerah yang berhasil mengintegrasikan kajian risiko.
  • Diskusi interaktif untuk membandingkan kondisi antar daerah.

9. Pendekatan Human-Centered

  • Menempatkan masyarakat sebagai pusat analisis risiko.
  • Melibatkan partisipasi publik dalam penyusunan dokumen kajian.

10. Penggunaan Sistem Informasi Kebencanaan

  • Pengenalan platform digital BNPB dan aplikasi pemantauan risiko.
  • Praktik penggunaan sistem informasi untuk memperbarui data secara real-time.

11. Penyusunan Dokumen Akhir

  • Langkah penyusunan laporan resmi kajian risiko bencana daerah.
  • Standar penyajian agar dokumen memenuhi evaluasi nasional.

Manfaat Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Mengikuti pelatihan ini memberikan manfaat langsung (jangka pendek) sekaligus strategis (jangka panjang). Baik pejabat Pemda, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, maupun mitra swasta akan merasakan dampak positif yang signifikan.

  • Manfaat Praktis: Peserta mampu segera mengidentifikasi risiko bencana daerah dan menyusun langkah mitigasi sederhana setelah pelatihan.
  • Manfaat Praktis: Dokumen kajian risiko yang dihasilkan menjadi acuan nyata bagi perencanaan program pembangunan daerah.
  • Manfaat Praktis: Pemanfaatan aplikasi GIS dan sistem informasi kebencanaan membuat peserta lebih percaya diri dalam analisis data.
  • Manfaat Strategis: Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah di mata publik dan pemerintah pusat.
  • Manfaat Strategis: Mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan yang aman dan tangguh menghadapi ancaman bencana.
  • Manfaat Strategis: Memperkuat posisi pemerintah daerah dalam evaluasi kinerja nasional tahun 2025.
  • Manfaat Strategis: Membuka peluang kolaborasi dengan mitra swasta, akademisi, dan lembaga donor untuk memperkuat kapasitas daerah.

Narasumber Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Kredibilitas narasumber menjadi kunci utama keberhasilan pelatihan. Seluruh narasumber dipilih dari kalangan profesional dengan pengalaman panjang di bidang kebencanaan dan perencanaan pembangunan daerah.

  • Narasumber berasal dari lembaga nasional yang memiliki otoritas dalam penyusunan kebijakan kebencanaan.
  • Berpengalaman dalam proyek kajian risiko bencana tingkat daerah maupun nasional.
  • Mahir menggunakan sistem informasi kebencanaan dan perangkat GIS terkini.
  • Memiliki rekam jejak akademik dan publikasi yang mendukung pengembangan kapasitas daerah.
  • Dikenal sebagai praktisi yang berkomitmen pada akuntabilitas, transparansi, dan pengurangan risiko bencana.

Dengan narasumber yang kredibel, peserta akan mendapatkan pembelajaran langsung dari praktisi dan pakar yang telah terbukti kompetensinya di lapangan.

Durasi & Metode Pelaksanaan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

  1. Durasi Pelatihan: Diselenggarakan selama 2 hari efektif dengan total 16 jam pembelajaran (08.00–16.00 WIB) yang terbagi ke dalam 4 sesi utama.
  2. Metode Tatap Muka (Offline): Pelatihan dapat dilaksanakan di hotel atau gedung pelatihan yang representatif, memberikan interaksi langsung dan studi kasus berbasis praktik.
  3. Metode Daring (Online): Disediakan melalui platform Zoom Meeting atau Google Meet dengan fitur interaktif seperti breakout room, share screen, dan live Q&A.
  4. Metode Hybrid: Menggabungkan keunggulan offline dan online, memungkinkan peserta dari berbagai daerah tetap terlibat secara aktif.
  5. Kebutuhan Teknis Peserta: Peserta wajib membawa laptop minimal spesifikasi i5, RAM 8 GB, serta koneksi internet stabil (bagi peserta online) agar pelatihan berjalan optimal.

Output Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

  • Menerima Sertifikat 32 JP sebagai bukti kompetensi resmi.
  • Menguasai pemahaman terbaru terkait regulasi dan kebijakan.
  • Mampu menyusun laporan akuntabel sesuai standar pengelolaan keuangan daerah.
  • Mengembangkan strategi implementasi praktis di instansi masing-masing.
  • Memperluas networking profesional dengan pejabat daerah, ASN, dan mitra swasta.

FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan terkait Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

1. Apa itu Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025?

Pelatihan ini adalah program profesional untuk ASN, pejabat pemerintah daerah, dan mitra swasta dalam memahami regulasi terbaru, menyusun laporan akuntabel, serta mengoptimalkan strategi mitigasi bencana berbasis data dan sistem informasi.

2. Siapa saja yang bisa mengikuti pelatihan ini?

Peserta meliputi pejabat Pemda, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, serta mitra swasta yang berperan dalam perencanaan, penganggaran, atau pengelolaan risiko bencana daerah.

3. Berapa lama durasi pelatihan berlangsung?

Durasi pelatihan adalah 2 hari dengan total 32 jam pelajaran (JP), dibagi ke dalam beberapa sesi interaktif yang mencakup teori, studi kasus, dan praktik langsung.

4. Apakah pelatihan tersedia secara online?

Ya, pelatihan dapat diikuti secara daring melalui platform resmi dengan fasilitas interaktif. Selain itu, tersedia pilihan tatap muka di kota besar maupun hybrid untuk fleksibilitas peserta.

5. Apa saja manfaat utama setelah mengikuti pelatihan?

Peserta akan memperoleh pemahaman regulasi terbaru, kemampuan menyusun laporan akuntabel, strategi implementasi praktis, serta jaringan profesional antar instansi dan pemangku kepentingan.

6. Apakah peserta akan mendapatkan sertifikat resmi?

Ya, setiap peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat resmi dengan 32 JP, yang dapat digunakan sebagai bukti kompetensi dalam pengembangan karier dan kinerja instansi.

7. Bagaimana cara mendaftar pelatihan ini?

Pendaftaran dilakukan secara online melalui formulir resmi yang disediakan penyelenggara. Informasi lengkap akan diberikan setelah calon peserta mengisi data identitas dan memilih jadwal pelaksanaan.

Kesimpulan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pejabat daerah, ASN, dan mitra swasta dalam meningkatkan kompetensi, kepatuhan regulasi, serta efektivitas tata kelola. Dengan durasi intensif, materi terstruktur, narasumber berpengalaman, dan output nyata, peserta akan memperoleh bekal praktis sekaligus strategis.
Peluang untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme instansi tidak boleh dilewatkan—ikuti pelatihan ini dan rasakan dampak positifnya secara langsung.

Tempat dan Kota Pelaksanaan Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025

Pelatihan ini dirancang untuk menjangkau berbagai daerah strategis di Indonesia, sehingga memudahkan peserta dari kalangan ASN, pejabat pemerintah daerah, maupun mitra swasta untuk mengikuti kegiatan secara langsung.

  • Jakarta: Pusat pemerintahan dan bisnis, menjadi lokasi utama pelaksanaan dengan dukungan fasilitas lengkap.
  • Bandung: Kota pendidikan dengan atmosfer akademis yang mendukung proses belajar interaktif.
  • Yogyakarta: Kawasan budaya dan pendidikan tinggi yang kondusif untuk pengembangan kompetensi ASN.
  • Malang: Suasana sejuk dengan infrastruktur memadai, ideal untuk pelatihan intensif.
  • Surabaya: Kota metropolitan dan pusat perdagangan, cocok untuk pelatihan dengan peserta lintas sektor.
  • Bali: Destinasi internasional dengan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) berkelas.
  • Lombok: Alternatif destinasi pelatihan dengan suasana kondusif dan berkembang sebagai pusat kegiatan nasional.
  • Batam: Kawasan industri dan perdagangan internasional, strategis untuk peserta dari wilayah barat Indonesia.
  • Medan: Kota terbesar di Sumatera dengan potensi besar untuk mendukung peningkatan kapasitas pejabat daerah.
  • Makassar: Pintu gerbang kawasan timur Indonesia, representatif untuk pelatihan berskala nasional.

Kegiatan pelatihan di kota-kota tersebut disusun secara profesional untuk memastikan transfer knowledge, peningkatan kompetensi, serta keterhubungan antar pemangku kepentingan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang efektif, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran kolaboratif di tingkat lokal maupun nasional. Peserta dari lembaga pemerintahan maupun sektor swasta akan memperoleh kesempatan memperluas jejaring profesional sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap regulasi, strategi, serta praktik terbaik dalam penyusunan kajian risiko bencana daerah tahun 2025.

Pelatihan ASN dan Pemerintah Daerah 2025 - Tujuan, Materi, Manfaat, Narasumber

Saatnya Perkuat tata kelola kelembagaan, kompetensi, dan kapabilitas SDM melalui program yang tepat sasaran. Bimtek Penyusunan Kajian Risiko Bencana Daerah 2025 – Strategi Profesional & Panduan Lengkap dari Pusat Edukasi Indonesia (Penapelatihan.id) hadir sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan nyata instansi pemerintah maupun sektor korporasi.

Disusun selaras dengan regulasi terbaru dan dipandu oleh narasumber berpengalaman, pelatihan ini dirancang dengan metode aplikatif sehingga hasilnya dapat langsung diterapkan di lapangan. Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam budaya kerja, tata kelola, dan profesionalisme organisasi.

Bukan sekadar pelatihan, melainkan momentum transformasi kelembagaan. Bersama Penapelatihan.id, setiap program adalah investasi strategis untuk membangun SDM adaptif dan sistem kerja akuntabel, sekaligus pijakan menuju organisasi yang lebih kokoh, transparan, dan berdaya saing — bersama mitra nasional terpercaya dalam peningkatan kinerja dan profesionalisme aparatur maupun tenaga korporasi. Klik! Untuk melihat Jadwal Pelatihan terbaru di sini. 

Dengan penuh hormat dan apresiasi, kami sangat menghargai waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Apabila Bapak/Ibu berkenan meluangkan waktu, untuk meninjau materi lanjutan lainnya yang kami siapkan guna mendukung kinerja profesionalisme dan akuntabilitas. Silakan klik di sini:

💰 Biaya & Fasilitas Bimtek / Pelatihan Resmi

Berikut adalah rincian biaya dan fasilitas dari masing-masing pilihan kelas pelatihan:

🏨 1. Paket Bimtek + Akomodasi Hotel

💵 Rp 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
✅ Termasuk akomodasi hotel 4 hari 3 malam

Fasilitas:

  • Pelatihan intensif selama 2 hari

  • Tanda peserta resmi

  • Tas eksklusif

  • Coffee break 2x dan lunch 2x 

  • Kelengkapan bimtek (pena/pensil, buku catatan, makalah)

  • Flashdisk 8 GB berisi materi

  • Dokumentasi kegiatan (foto/video)

  • Sertifikat resmi PENA Pelatihan

  • Antar jemput bandara (khusus rombongan ≥8 orang)

🏢 2. Paket Bimtek Non Akomodasi

💵 Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)

Fasilitas:

  • Pelatihan intensif selama 2 hari

  • Tanda peserta resmi

  • Tas eksklusif

  • Coffee break 2x dan lunch 2x

  • Kelengkapan bimtek (pena/pensil, buku catatan, makalah)

  • Flashdisk 8 GB berisi materi

  • Dokumentasi kegiatan

  • Sertifikat resmi PENA Pelatihan

💻 3. Paket Kelas Online (Zoom Meeting)

💵 Rp 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)

Fasilitas:

  • Akses pelatihan online via Zoom selama 2 hari

  • Modul dan materi dikirim dalam bentuk digital

  • Sertifikat resmi pelatihan (dikirim via email atau pos)

  • Rekaman video kelas (on-demand)

  • Grup diskusi dan pendampingan online (selama pelatihan)

🏞️ Pelatihan Inhouse / Outbound

Kami juga melayani kegiatan Inhouse Training dan Outbound Training di lokasi instansi Anda.
📌 Minimal peserta: 11–15 orang.
Waktu, materi, dan tempat bisa disesuaikan.

Untuk konsultasi dan informasi pendaftaran, silakan hubungi:
📱 0822-4551-1510 
📧 info@penapelatihan.id 

💳 Cara Pembayaran

Pembayaran dapat dilakukan melalui dua metode:

  1. Tunai saat registrasi pelatihan di lokasi

  2. Non-tunai (transfer bank):

BANK BCA KCU SCBD
No. Rekening: 0067714222
a.n. PUSAT EDUKASI INDONESIA

 

Scroll to Top