Bimtek RPJMD RKPD 2025 β Solusi Efektif Perencanaan Pembangunan Terintegrasi Sesuai Permendagri 86/2017
Pelatihan Penyusunan dan Evaluasi RPJMD, RKPD, Renstra dan Renja SKPD 2025 β Strategi Efektif Perencanaan Pembangunan Terintegrasi Sesuai Permendagri 86/2017Β
Dalam konteks pembangunan daerah yang semakin kompleks, Bimtek RPJMD RKPD 2025 menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah dan perangkat daerah. Perubahan regulasi, tuntutan transparansi publik, serta target kinerja pembangunan yang terukur menuntut setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mampu menyusun dokumen perencanaan strategis secara profesional. Mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga turunan dokumen penting seperti Renstra SKPD dan Renja SKPD, semuanya harus selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional serta ketentuan Permendagri 86 Tahun 2017.
Problem utama yang kerap muncul di lapangan adalah masih banyaknya aparatur daerah yang belum sepenuhnya memahami keterkaitan antar dokumen perencanaan. Akibatnya, proses penyusunan RPJMD seringkali tidak sinkron dengan RKPD tahunan, dan pada gilirannya berdampak pada kurang optimalnya kinerja pembangunan daerah. Bukan hanya itu, masih ditemukan kasus di mana Renstra SKPD tidak sejalan dengan RPJMD, sehingga evaluasi kinerja lembaga menjadi bias. Ketidaksinkronan ini tidak hanya menimbulkan masalah teknis, melainkan juga berimplikasi pada rendahnya tingkat akuntabilitas pemerintah daerah di mata publik.
Melihat kondisi tersebut, hadirnya Bimtek Penyusunan & Evaluasi RPJMD, RKPD, Renstra dan Renja SKPD 2025 merupakan solusi nyata. Pelatihan ini disusun secara sistematis dengan pendekatan praktis, memberikan pemahaman komprehensif mulai dari dasar regulasi hingga strategi teknis penyusunan. Peserta akan diajak memahami alur penyusunan dokumen perencanaan pembangunan terintegrasi, bagaimana mengevaluasi capaian program, serta langkah-langkah penyesuaian ketika terjadi perubahan arah kebijakan. Lebih dari sekadar teori, pendekatan yang ditawarkan dalam pelatihan ini berbasis praktik lapangan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Urgensi mengikuti Bimtek RPJMD RKPD 2025 semakin tinggi mengingat tahun 2025 merupakan momentum penting bagi pemerintah daerah dalam menetapkan arah pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen RPJMD yang disusun saat ini akan menjadi pedoman utama dalam menentukan program, kegiatan, serta indikator kinerja yang selaras dengan visi kepala daerah. Apabila dokumen ini tidak disusun dengan tepat, dampaknya bukan hanya pada rendahnya capaian pembangunan, tetapi juga dapat menghambat penyerapan anggaran dan menimbulkan masalah dalam evaluasi oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas aparatur daerah melalui pelatihan ini merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
Lebih lanjut, regulasi yang berlaku seperti Permendagri 86/2017 menegaskan pentingnya integrasi antara dokumen perencanaan dengan dokumen penganggaran. Dengan kata lain, RPJMD, RKPD, Renstra SKPD, dan Renja SKPD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen yang akan menentukan arah pembangunan dan alokasi sumber daya. Tanpa pemahaman mendalam, risiko terjadinya ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dan realisasi di lapangan akan semakin besar. Inilah alasan mengapa pelatihan ini tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga praktis untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pemerintah daerah.
Melalui Bimtek RPJMD RKPD 2025, peserta akan dipandu untuk mengidentifikasi problematika yang sering muncul, memetakan solusi,
serta merumuskan strategi yang dapat langsung diimplementasikan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, diskusi interaktif, serta praktik penyusunan dokumen, pelatihan ini memastikan setiap peserta mampu menguasai keterampilan yang dibutuhkan. Tidak berhenti pada penyusunan, peserta juga akan belajar mengenai teknik evaluasi dokumen perencanaan agar dapat menilai sejauh mana efektivitas program yang telah dijalankan.
Mengapa hal ini penting? Karena akuntabilitas publik tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan memiliki dokumen perencanaan yang baik, pemerintah daerah akan lebih mudah dalam menyampaikan laporan kinerja, mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran, serta memperoleh kepercayaan publik. Sebaliknya, jika dokumen perencanaan disusun secara asal, maka resiko kritikan masyarakat, media, maupun lembaga pengawas akan semakin tinggi.
Dari sisi praktis, pelatihan Bimtek RPJMD RKPD 2025 juga relevan dengan kebutuhan modernisasi tata kelola pemerintahan. Saat ini, integrasi perencanaan pembangunan dengan sistem informasi digital menjadi prioritas nasional. OPD dituntut untuk mampu mengelola data secara akurat, menyusun indikator kinerja berbasis outcome, serta menyajikan laporan yang mudah dipahami publik. Pelatihan ini memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana menyusun dokumen yang tidak hanya memenuhi syarat regulasi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Urgensi lain yang perlu digarisbawahi adalah dinamika kebijakan nasional yang terus berubah. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja dengan paradigma lama yang hanya menyalin dokumen perencanaan periode sebelumnya. Tuntutan pembangunan yang semakin kompleks seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya saing daerah memerlukan strategi baru. Dengan mengikuti Bimtek RPJMD RKPD 2025, peserta akan mampu menyesuaikan perencanaan pembangunan daerah dengan tantangan kekinian, serta memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah tidak tertinggal dari target nasional.
Selain manfaat teknis, mengikuti pelatihan RPJMD RKPD 2025 ini juga berarti menyiapkan organisasi perangkat daerah agar lebih siap dalam menghadapi proses evaluasi eksternal. Setiap tahun, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri maupun Bappenas melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja pembangunan daerah. Apabila pemerintah daerah tidak memiliki dokumen yang tersusun rapi, maka akan sulit untuk menunjukkan pencapaian yang sebenarnya. Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana menyusun laporan yang selaras dengan standar evaluasi tersebut, sehingga potensi memperoleh penilaian baik menjadi lebih besar.
Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa mengikuti Bimtek Penyusunan & Evaluasi RPJMD, RKPD, Renstra dan Renja SKPD 2025 bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Pelatihan ini tidak hanya membantu aparatur daerah dalam menyusun dokumen, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Di tengah era keterbukaan informasi, masyarakat semakin kritis dalam menilai kinerja pemerintah. Oleh karena itu, memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan melalui pelatihan ini adalah langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Jika Anda adalah bagian dari pemerintah daerah yang ingin meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, maka mengikuti Bimtek RPJMD RKPD 2025 adalah langkah yang tepat. Jangan menunda kesempatan ini, karena dokumen perencanaan yang disusun hari ini akan menentukan wajah pembangunan daerah di masa depan. Segera lanjutkan membaca untuk mengetahui bagaimana pelatihan ini dapat memberikan nilai tambah bagi instansi Anda, serta alasan mengapa keikutsertaan dalam bimtek ini merupakan investasi penting bagi keberhasilan pembangunan daerah.

Tujuan Pelatihan Bimtek RPJMD RKPD 2025
Pelaksanaan Bimtek RPJMD RKPD 2025 memiliki tujuan yang terukur dan strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah, ASN, serta pemangku kepentingan terkait. Tujuan ini dirancang agar setiap peserta memahami secara menyeluruh hubungan antara RPJMD, RKPD, Renstra SKPD, dan Renja SKPD dalam kerangka pembangunan daerah terintegrasi sesuai peraturan perencanaan pembangunan di Indonesia.
- Memberikan pemahaman komprehensif mengenai penyusunan dokumen RPJMD dan RKPD 2025 yang selaras dengan visi, misi, dan kebijakan pembangunan nasional.
- Melatih peserta dalam menyusun Renstra SKPD yang konsisten dengan RPJMD sehingga arah pembangunan perangkat daerah lebih terarah dan terukur.
- Meningkatkan keterampilan teknis dalam menyusun Renja SKPD tahunan yang mendukung ketercapaian indikator RPJMD.
- Mendorong terciptanya integrasi perencanaan dan penganggaran untuk meningkatkan akuntabilitas serta efektivitas penggunaan APBD.
- Membekali peserta dengan kemampuan evaluasi kinerja pembangunan, termasuk analisis capaian program dan rekomendasi tindak lanjut.
- Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai regulasi terbaru, khususnya implementasi Permendagri 86/2017 dalam perencanaan pembangunan daerah.
- Menyediakan ruang pembelajaran praktis berbasis studi kasus agar peserta dapat mengaitkan teori dengan tantangan nyata di daerah.
- Mendorong peningkatan kapasitas ASN dalam tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi hasil.
- Menguatkan posisi pemerintah daerah sebagai institusi yang mampu menjawab tuntutan publik melalui dokumen perencanaan yang profesional.
Materi Pelatihan Bimtek RPJMD RKPD 2025
Materi Bimtek RPJMD RKPD 2025 disusun untuk menjawab kebutuhan praktis pejabat Pemda, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, serta mitra swasta yang terlibat dalam proses pembangunan daerah.
Struktur materi terbagi dalam 11 bagian utama berikut:
1. Landasan Regulasi dan Kebijakan
- Pemahaman mendalam Permendagri 86/2017 sebagai payung hukum perencanaan daerah.
- Keterkaitan RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja SKPD dengan sistem pembangunan nasional.
2. Penyusunan RPJMD 2025
- Langkah-langkah teknis menyusun RPJMD berbasis visi-misi kepala daerah.
- Metodologi analisis kebutuhan dan potensi daerah.
3. Penyusunan RKPD Tahunan
- Integrasi RKPD dengan RPJMD.
- Prioritas pembangunan tahunan dan indikator kinerja.
4. Penyusunan Renstra SKPD
- Menjabarkan RPJMD ke dalam dokumen strategis SKPD.
- Penentuan program unggulan perangkat daerah.
5. Penyusunan Renja SKPD
- Langkah teknis penyusunan Renja SKPD berbasis kinerja.
- Sinkronisasi dengan RKPD dan APBD.
6. Integrasi Perencanaan dan Penganggaran
- Hubungan dokumen perencanaan dengan siklus anggaran.
- Studi kasus integrasi dokumen dengan aplikasi keuangan daerah.
7. Evaluasi Dokumen Perencanaan
- Metode evaluasi capaian RPJMD dan RKPD.
- Analisis gap antara rencana dan realisasi.
8. Penyusunan Indikator Kinerja
- Merumuskan indikator outcome dan output pembangunan.
- Penggunaan tools monitoring berbasis sistem informasi.
9. Aplikasi & Sistem Informasi Perencanaan
- Pengenalan aplikasi e-Planning dan SIMDA Perencanaan.
- Praktik input data dan pelaporan.
10. Studi Kasus Lapangan
- Analisis praktik baik penyusunan dokumen di beberapa daerah.
- Diskusi interaktif untuk menemukan solusi inovatif.
11. Strategi Implementasi dan Tindak Lanjut
- Langkah implementasi hasil bimtek di daerah masing-masing.
- Rencana tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program.
Manfaat Pelatihan Bimtek RPJMD RKPD 2025
Mengikuti Bimtek RPJMD RKPD 2025 akan memberikan manfaat nyata baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yang langsung dapat dirasakan oleh pejabat Pemda, ASN, maupun mitra swasta.
- Manfaat Praktis: Peserta mampu langsung menyusun RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja SKPD yang selaras dan siap digunakan dalam penyusunan program kerja.
- Manfaat Praktis: Meningkatkan pemahaman regulasi sehingga meminimalisir kesalahan administratif yang dapat menghambat persetujuan dokumen oleh pemerintah pusat.
- Manfaat Praktis: Memberikan keterampilan teknis dalam penggunaan aplikasi perencanaan berbasis digital yang semakin diwajibkan dalam tata kelola modern.
- Manfaat Strategis: Memperkuat kapasitas kelembagaan daerah dalam perencanaan pembangunan terintegrasi.
- Manfaat Strategis: Meningkatkan kredibilitas instansi pemerintah di mata masyarakat melalui transparansi dokumen perencanaan.
- Manfaat Strategis: Membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan mitra swasta dalam pelaksanaan program pembangunan.
- Manfaat Strategis: Membantu pencapaian target pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.
Narasumber Pelatihan Bimtek RPJMD RKPD 2025
Untuk memastikan kualitas materi, Bimtek RPJMD RKPD 2025 menghadirkan narasumber yang mewakili institusi terpercaya dan berpengalaman dalam bidang perencanaan pembangunan.
- Narasumber berasal dari kementerian terkait yang memahami implementasi regulasi perencanaan daerah secara teknis dan strategis.
- Praktisi perencanaan daerah dengan pengalaman langsung dalam menyusun RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja SKPD di berbagai wilayah Indonesia.
- Akademisi dan peneliti yang berkontribusi dalam pengembangan metodologi perencanaan berbasis data dan evaluasi pembangunan.
- Konsultan profesional yang terbiasa mendampingi pemerintah daerah dalam penerapan aplikasi e-Planning dan SIMDA Perencanaan.
- Perwakilan lembaga independen yang menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan publik dalam penyusunan dokumen perencanaan.
Dengan kehadiran narasumber berpengalaman dari lembaga kredibel, peserta dapat meyakini bahwa setiap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh merupakan hasil dari praktik terbaik, serta dapat langsung diterapkan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Durasi & Metode Pelaksanaan
- Durasi Pelatihan: Program berlangsung selama 2 (dua) hari, dengan total 16 jam pelajaran efektif yang dibagi ke dalam 4 sesi utama setiap harinya.
- Metode Tatap Muka (Offline): Diselenggarakan di lokasi strategis dengan fasilitas lengkap, memungkinkan interaksi langsung antara peserta dan narasumber.
- Metode Daring (Online): Menggunakan platform pembelajaran interaktif seperti Zoom atau Google Meet, dilengkapi fitur presentasi, diskusi, dan rekaman sesi.
- Metode Hybrid: Kombinasi online dan offline, memberikan fleksibilitas kepada ASN dan pejabat daerah untuk menyesuaikan kehadiran sesuai kebutuhan.
- Kebutuhan Teknis Peserta: Peserta wajib membawa laptop minimal spesifikasi i5 serta koneksi internet stabil untuk mendukung kelancaran pelatihan.
Output Pelatihan
- Mendapatkan Sertifikat 32 JP resmi sebagai pengakuan kompetensi.
- Memahami regulasi terbaru terkait perencanaan, penganggaran, dan evaluasi program pemerintah.
- Mampu menyusun laporan akuntabel sesuai standar kinerja instansi.
- Menguasai strategi implementasi praktis dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah.
- Memperluas jaringan profesional (networking) antar-pegawai ASN, pejabat daerah, dan mitra swasta.
FAQ Seputar Pelatihan RPJMD RKPD 2025
1. Apa itu pelatihan penyusunan evaluasi RPJMD dan RKPD?
Pelatihan ini merupakan program peningkatan kapasitas ASN dan pejabat daerah untuk memahami, menyusun, serta mengevaluasi RPJMD dan RKPD secara sistematis. Dengan mengikuti kegiatan ini, peserta akan memiliki kompetensi dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan daerah yang akuntabel dan berorientasi hasil.
2. Siapa saja peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini?
Peserta terdiri dari pejabat pemerintah daerah, ASN, bendahara, pejabat pengadaan, hingga mitra swasta. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat lintas sektor sesuai peran masing-masing dalam mendukung tata kelola pemerintahan daerah.
3. Berapa lama durasi pelatihan berlangsung?
Pelatihan berlangsung selama 2 hari atau setara dengan 32 jam pelajaran. Setiap sesi disusun agar peserta memperoleh pemahaman mendalam dan dapat langsung menerapkannya pada pekerjaan sehari-hari.
4. Apakah pelatihan ini tersedia secara online?
Ya, pelatihan disediakan dalam metode tatap muka, online, maupun hybrid. Untuk kelas online digunakan platform terpercaya dengan fasilitas interaktif sehingga peserta tetap memperoleh pengalaman belajar optimal.
5. Apa saja manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan?
Peserta akan memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan menyusun dokumen perencanaan, serta strategi praktis dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti peningkatan kompetensi.
6. Apakah peserta akan mendapatkan sertifikat?
Setiap peserta berhak memperoleh sertifikat 32 JP yang diakui secara nasional sebagai bukti kompetensi dan keikutsertaan dalam program peningkatan kapasitas ASN dan pejabat daerah.
7. Apakah materi pelatihan sesuai dengan regulasi terbaru?
Ya, seluruh materi dirancang berdasarkan regulasi terbaru serta panduan resmi pemerintah. Dengan demikian, peserta akan memahami peraturan terkini sekaligus strategi implementasi yang sesuai kebutuhan instansi.
Kesimpulan Pelatihan RPJMD RKPD 2025
Pelatihan penyusunan evaluasi RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja SKPD menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas ASN dan pejabat daerah dalam menghadapi dinamika kebijakan pembangunan. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Dengan manfaat nyata yang ditawarkanβmulai dari sertifikat resmi, pemahaman regulasi terbaru, hingga networking profesionalβpelatihan ini merupakan pilihan tepat bagi setiap instansi yang ingin meningkatkan kinerja dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan daerah.
Tempat dan Kota Pelaksanaan Pelatihan RPJMD RKPD 2025
Pelatihan penyusunan evaluasi RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja SKPD tahun 2025 dirancang untuk menjangkau berbagai daerah strategis di Indonesia. Pemilihan kota pelaksanaan bertujuan memudahkan akses peserta, baik ASN maupun pejabat daerah, sehingga kegiatan dapat berjalan efektif dan profesional.
- Jakarta: Pusat pemerintahan dan bisnis nasional, mendukung peningkatan kapasitas ASN secara komprehensif.
- Bandung: Kota pendidikan dan inovasi, relevan untuk pelatihan berbasis pengembangan kebijakan daerah.
- Yogyakarta: Destinasi akademik dan budaya, ideal untuk mendukung pelatihan perencanaan pembangunan.
- Malang: Kota dengan iklim pendidikan kondusif, mendukung pembelajaran tatap muka intensif.
- Surabaya: Kota metropolitan di Jawa Timur, pusat ekonomi dan pemerintahan daerah.
- Bali: Lokasi pelatihan dengan dukungan pariwisata internasional, cocok untuk program hybrid.
- Lombok: Alternatif strategis dengan fasilitas modern dan suasana kondusif untuk kegiatan ASN.
- Batam: Wilayah strategis dekat Singapura, mendukung kolaborasi internasional dan sektor swasta.
- Medan: Pusat pemerintahan di Sumatera Utara, relevan untuk memperkuat tata kelola regional.
- Makassar: Pintu gerbang Indonesia Timur, mendukung percepatan pembangunan daerah.
Selain kota-kota utama tersebut, pelatihan juga dapat dilaksanakan di berbagai kota besar lainnya sesuai kebutuhan instansi dan permintaan peserta. Dengan fleksibilitas ini, kegiatan peningkatan kapasitas ASN dan pejabat daerah dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi pemerintahan daerah di seluruh Indonesia.
Saatnya Perkuat tata kelola kelembagaan, kompetensi, dan kapabilitas SDM melalui program yang tepat sasaran. Bimtek RPJMD RKPD 2025 β Solusi Efektif Perencanaan Pembangunan Terintegrasi Sesuai Permendagri 86/2017Β dari Pusat Edukasi Indonesia (Penapelatihan.id) hadir sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan nyata instansi pemerintah maupun sektor korporasi.
Disusun selaras dengan regulasi terbaru dan dipandu oleh narasumber berpengalaman, pelatihan ini dirancang dengan metode aplikatif sehingga hasilnya dapat langsung diterapkan di lapangan. Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam budaya kerja, tata kelola, dan profesionalisme organisasi.
Bukan sekadar pelatihan, melainkan momentum transformasi kelembagaan. Bersama Penapelatihan.id, setiap program adalah investasi strategis untuk membangun SDM adaptif dan sistem kerja akuntabel, sekaligus pijakan menuju organisasi yang lebih kokoh, transparan, dan berdaya saing β bersama mitra nasional terpercaya dalam peningkatan kinerja dan profesionalisme aparatur maupun tenaga korporasi. Klik! Untuk melihat Jadwal Pelatihan terbaru di sini.Β
Dengan penuh hormat dan apresiasi, kami sangat menghargai waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Apabila Bapak/Ibu berkenan meluangkan waktu, untuk meninjau materi lanjutan lainnya yang kami siapkan guna mendukung kinerja profesionalisme dan akuntabilitas. Silakan klik di sini:
- Pelatihan Kecerdasan Emosional & Kepemimpinan Adaptif 2025 β Strategi Profesional Membangun SDM Unggul di Era DigitalΒ
- Training GIS Terintegrasi 2025 β Profesional Basic, Advanced & Expert untuk Pemerintah Daerah & Multi Sektor
- Bimtek Peta Proses Bisnis OPD 2025 β Strategis & Efektif Sesuai Permen PANRB 25/2020 untuk Kinerja Lembaga
π° Biaya & Fasilitas Bimtek / Pelatihan Resmi
Berikut adalah rincian biaya dan fasilitas dari masing-masing pilihan kelas pelatihan:
π¨ 1. Paket Bimtek + Akomodasi Hotel
π΅ Rp 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
β
Termasuk akomodasi hotel 4 hari 3 malam
Fasilitas:
Pelatihan intensif selama 2 hari
Tanda peserta resmi
Tas eksklusif
Coffee break 2x dan lunch 2xΒ
Kelengkapan bimtek (pena/pensil, buku catatan, makalah)
Flashdisk 8 GB berisi materi
Dokumentasi kegiatan (foto/video)
Sertifikat resmi PENA Pelatihan
Antar jemput bandara (khusus rombongan β₯8 orang)
π’ 2. Paket Bimtek Non Akomodasi
π΅ Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
Fasilitas:
Pelatihan intensif selama 2 hari
Tanda peserta resmi
Tas eksklusif
Coffee break 2x dan lunch 2x
Kelengkapan bimtek (pena/pensil, buku catatan, makalah)
Flashdisk 8 GB berisi materi
Dokumentasi kegiatan
Sertifikat resmi PENA Pelatihan
π» 3. Paket Kelas Online (Zoom Meeting)
π΅ Rp 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
Fasilitas:
Akses pelatihan online via Zoom selama 2 hari
Modul dan materi dikirim dalam bentuk digital
Sertifikat resmi pelatihan (dikirim via email atau pos)
Rekaman video kelas (on-demand)
Grup diskusi dan pendampingan online (selama pelatihan)
ποΈ Pelatihan Inhouse / Outbound
Kami juga melayani kegiatan Inhouse Training dan Outbound Training di lokasi instansi Anda.
π Minimal peserta: 11β15 orang.
Waktu, materi, dan tempat bisa disesuaikan.
Untuk konsultasi dan informasi pendaftaran, silakan hubungi:
π± 0822-4551-1510Β
π§ info@penapelatihan.idΒ
π³ Cara Pembayaran
Pembayaran dapat dilakukan melalui dua metode:
Tunai saat registrasi pelatihan di lokasi
Non-tunai (transfer bank):

BANK BCA KCU SCBD
No. Rekening: 0067714222
a.n. PUSAT EDUKASI INDONESIA




